oleh

Diduga Serangan Jantung, Mayat Seorang Petani Tergeletak Ditepi Sawah

LOMBOK TIMUR – Warga Dusun Batu Tambun, Desa Pringgasela Selatan digegerkan penemuan sesosok mayat seorang pria terlentang dipinggir sawah, Sabtu siang (1/5) sekitar pukul 12.30 wita.

Mayat tersebut diketahui bernama Muhammad (53), warga Dusun Aik Dewa, Desa Aik Dewa, Pringgasela – Lombok Timur.

Sesaat sebelum ditemukan meninggal dunia, korban terakhir kali terlihat warga sempat masuk ke kandang sapi dan berinteraksi bersama warga yang berada di sekitar sawah korban.

Baca Juga  Menpora Dito: NTB Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional Dampak MXGP

Kapolsek Pringgasela, Iptu Zul Majdi, SH mengungkapkan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh Amaq Husniah sekitar pukul 12.15 wita. Saat itu kondisi korban dalam posisi terlentang.
Merasa takut, Amaq Husniah (55) pun berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk mengevakuasi korban.

“Saksi Amaq Husniah sepertinya tidak berani membantu seorang diri. Kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar,” ujar Kapolsek Pringgasela kepada media ini, Sabtu (1/5).

Amaq Husniah yang juga warga Gubug Daya, Desa Pringgasela bersama warga sekitar hanya menutup wajah korban dengan kain dan meminta salah seorang bernama Andri melaporkan ke Polsek Pringgasela.

Baca Juga  Polsek Keruak Fasilitasi Guru-Siswa Melalui Metode Daring

Diakui Kapolsek Pringgasela, jika korban yang kesehariannya seorang petani itu sejak pagi berada dilokasi sawah miliknya di Dusun Batu Tambun, Desa Pringgasela menjaga sawahnya dari hama burung.

“Kami mendatangi TKP dan melakukan pengamanan dengan memasang police line kemudian menghubungi PKM Pringgasela untuk pemeriksaan lengkap oleh petugas,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas PKM Pringgasela Utama, dr.Aini Puspa Dewi, korban meninggal dunia karena serangan jantung.

Baca Juga  Polda NTB Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Ganja Disaat Pilkada Berlangsung

“Pemeriksaan terhadap pupil dan detak jantung diketahui kalau korban meninggal disebabkan serangan jantung,” akunya.

Setelah diketahui hasil visum, ternyata keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan melaksanakan otopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi,” tandasnya. (wr-dy)

News Feed