LOMBOK TIMUR – Sekretaris DPRD didampingi Asisten III Bidang Pembangunan Kabupaten Karang Asem, Povinsi Bali bersama sejumlah wartawan menyambangi DPRD Lombok Timur (Lotim).
Kehadiran rombongan tersebut disambut Sekretaris DPRD Lombok Timur, H. Ahyan, SH, MH dan sejumlah wartawan Lombok Timur dari berbagai organisasi pers di gedung DPRD Lotim, Senin (26/10).
Dalam suasana penuh keakraban, Sekretaris DPRD Lotim, H. Ahyan mengatakan, pers dan lembaga legislatif khususnya tidak bisa dipisahkan.
Kerjasama dengan media massa mutlak dan sangat penting dalam menginformasikan program-program lembaga dewan dan pemerintah.
Selain kerjasama sosialisasi, pemberitaan dan iklan-iklan bersifat informatif adalah bagian dalam sinergisitas antara legislatif dan unsur pers.
“Peran pers sangat strategis dalam rangka menyebarluaskan program dewan termasuk disekretariatan,” ujar Ahyan saat dialog dilantai II Gedung DPRD Lotim.
Dia juga menambahkan tentang naiknya status sekretariat DPRD Lotim dari tipe B menjadi tipe A. Dengan kenaikan status itu, praktis ada penambahan bidang yang sebelumnya dari 3 bidang menjadi 4 bidang.
Sementara itu, Asisten III Setda Karangasem, Ni Made Santikawati merasa tersanjung dengan sambutan seluruh rekan jurnalis Lotim dan sekretariat DPRD Lotim.
Studi banding yang dilakukan ke Kabupaten Lombok Timur ini untuk mengetahui sejauhmana peran pers dalam mendukung program-program pemerintah.
Ia meyakini, ada jalinan komunikasi yang familiar antara media massa dan lembaga dewan khususnya.
Saat kedatangan rombongan dari Kabupaten Karang Asem, ada sambutan hangat dari wartawan.
“Kehadiran kami disini (Lotim,Red) dalam rangka menyerap informasi. Sistem yang dilakukan antara DPRD Lotim dan pers dapat kami adopsi dan bisa dikolaborasi di daerah kami nantinya. Selain itu, kami juga bisa saling tukar-menukar informasi,” ujar Ni Made Santikawati.
Senada yang diungkapkan Sekretaris DPRD Karangasem, Bali, I Wayan Ardika.
Ia tak meragukan bahwa keberadaan media sangat urgen dan penting bagi lembaga dewan. Bagaimana membawa citra lembaga dewan agar tetap eksis dan berwibawa.
“Media ini sangat membantu kami.
Merangkul awak media untuk meneruskan kebijakan atau program pemerintah kepada publik,” jelasnya.
Wayan Ardika juga mengakui jika Lombok Timur ini terkenal dengan sebutan kota santri, sama halnya dengan Kabupaten Situbondo.
Namun, alasan utama studi banding ke Lotim untuk melihat sejauhmana kerjasama pemerintah dengan insan pers diberbagai bidang. Termasuk di sektor pengembangan pariwisatanya.
Sebelum merebaknya pandemi Covid-19, pariwisata di Kabupaten Karang asem cukup menggeliat. Dan, saat ini berbanding terbalik. Kondisi pariwisatanya masih lesu meski masih terlihat stagnan.
Sejumlah organisasi pers di Lombok Timur yang ikut hadir membeberkan sejumlah fakta terkait dengan kerjasama bersama pemerintah dan DPRD.
Ketua Dewan Penasehat Forum Jurnalistik Lombok Timur (FJLT), Lalu M. Kamil mengungkapkan, sinergisitas antara Pers dan lembaga legislatif dan eksekutif berlangsung lama.
Semua program pemerintah dan dewan di-publish melalui kerjasama dengan organisasi pers dan media masing-masing.
Dari hasil kerjasama itu, terjalin komunikasi yang mampu menambah ‘imun’ rekan-rekan jurnalis.
“Harapan kami sebagai jurnalis, agar kerjasama ini terus berlanjut dan dapat menambah kepercayaan diri kami selaku insan pers. Tidak elok kami menyebutkan jumlah kerjasama. Tetapi, imunitas kami tetap terjaga,” demikian Kamil menjelaskan.
Selain ketua FJLT Rusliadi, hadir pula Ketua SMSI Lombok Timur, Suhaidi dan sejumlah anggota pers lainnya. (wr-dy)










