oleh

Kilas Balik Potret Wisata Bahari Labuhan Haji Hingga Menjadi Pilihan Destinasi

LOMBOK TIMUR, CNN- Mendengar wisata bahari Desa Labuhan Haji, sangat tidak asing ditelinga kita. Terbesit diingatan kita tentang sejarah pemberangkatan jamaah haji pertama di Pulau Lombok.

Secara turun temurun sejarah tentang Labuhan Haji, diwarisi dari generasi ke generasi. Pada zaman kolonial Belanda dan Jepang. Masyarakat Lombok pada waktu itu memanfaatkan Dermaga Labuhan Haji sebagai tempat awal berangkat menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Pada masa itu, masih dominan menggunakan Kapal Layar sebagai alat transportasi.

Pada masa itu, untuk sampai di tanah suci, para calon jamaah haji harus berjuang dilaut melawan badai gelombang dan membutuhkan waktu berbulan bulan perjalanan untuk sampai di Tanah Suci Makkah.

Dari kacamata historis dan letak Labuhan Haji yang strategis dekat dengan pusat pemerintahan dan pemukiman penduduk menjadi salah satu faktor pilihan destinasi wisata bahari.

Baca Juga  Dewan Loteng Siap Terjun ke Masyarakat

Untuk sampai di Labuhan Haji, anda tidak perlu kwatir. Dari arah timur jantung Kota Selong hanya menempuh jarak 9 kilo meter dan butuh waktu kurang lebih 15 menit untuk tiba disana.

Selain panorama alam, pemandangan bawah laut terumbu karang, Labuhan Haji juga dikenal dengan Wisata Kuliner ikan lautnya dengan sajian menu pilihan seperti kerang kerangan, ikan bakar, cumi saos tiram dan menu seafood lainnya.

Disepanjang pantai pengunjung akan menemukan lapak kuliner yang terbuat dari bambu dan ilalang, dan berugak (gazebo) yang dihiasi taman bunga yang asri. Serta berbagai tempat hiburan seperti Caffe dan Resto serta keramahan penduduk lokal yang hangat menyapa setiap tamu yang datang.

Jika berkunjung di pagi hari, mata wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan sunrise (mata hari terbit), begitupula menjelang sore hari, keindahan sunset (matahari tenggelam) tidak bisa dipandang sebelah mata yang menjadi magnet para wisatawan untuk berkunjung ke Labuhan Haji.

Baca Juga  Hadirnya GeNose C19 Dapat Bantu Sektor Industri Pariwisata

Tidak heran, jika Wisata Bahari Labuhan Haji tetap dipadati pengunjung dan menjadi pilihan destinasi wisata berakhir pekan anda bersama keluarga.

Bukan itu saja, megahnya Dermaga Pelabuhan Labuhan Haji yang merupakan salah satu sumber Pendapatan Aseli Daerah(PAD) Lombok Timur, juga merupakan salah satu ikon wisata bahari di Bumi Selaparang itu.

Hal senada disampaikan ketua Pokdarwis Silatama Labuhan Haji, Abdul Rasyad, keindahan alam wisata Labuhan Haji seakan tidak ada habis untuk diulas seperti terumbu karang dan spot bawah lautnya bikin takjub para diver baik lokal maupun mancanegara.

“Selain itu, giat pokdarwis silatama akan merambah pada konservasi penyu. Meski saat ini baru memelihara beberapa tukik (anak penyu) sebagai bentuk kepedulian kita terhadap hewan yang dilindungi tersebut,” bebernya pada media CNN, (10/9/2020).

Baca Juga  Menparekraf Sebut Wisatawan Nusantara Kunci Pemulihan Ekonomi Pariwisata Indonesia

Lebih jauh disampaikan Rasyad, bahwa pihaknya telah sukses mengharumkan nama Labuhan Haji diberbagai ajang wisata. Salah satunya, sebagai pemenang juara di beberapa kategori even populer antara lain ‘The Best Destination dan The Best Kuliner’ di Lombok Timur tahun 2019 dan 2020.

“Dari capaian tersebut. Kami mengapresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi. Khususnya, Pemdes Labuhan Haji, Ikatan Pemuda Labuhan Haji (IPL), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Dinas Pariwisata Lombok Timur serta semua elemen yang telah ikut andil dalam memajukan destinasi wisata bahari Labuhan Haji,” tutupnya.

Reporter: Jhon
Publisher: Editor

Komentar

News Feed