MATARAM — Pejuang Bravo Lima (PBL) NTB dideklarasikan dan telah dilantik Ketua Umum pusat Jendral (purnawirawan) Fachrul Razi yang juga Menteri Agama RI, di Sheraton Hotel, belum lama ini.
Ketua PBL NTB Prof. Dr. Masnun Ali Tahir, MA mengingatkan bahwa organisasi ber-platform kebhinekaan ini bukan kebetulan lahir saat menjelang momentum pilkada atau pilpres. Melainkan untuk mempersatukan perbedaan yang selama ini terbelah.
Selain itu, PBL sebagai salah satu organisasi sosial kemasyarakatan diharapkan mampu membawa perubahan bagi bangsa.
“Hanya 4 propinsi termasuk NTB yang deklarasi dan pelantikannya secara off line dan dihadiri langsung oleh pak menteri. Ini sesuatu penghargaan bahwa NTB Wellcome terhadap semua pendatang,” kata Masnun didampingi Wakil ketua PBL NTB, Nurdin Dino,SH, kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, saat ini semua pihak memiliki satu tantangan yakni menyelesaikan pandemi Covid-19. Menghindari penyebaran yang kian meluas tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Melainkan semua elemen ikut berperan aktif.
PBL juga diharapkan ikut serta terlibat didalamnya dengan mendorong elemen yang ada. Sehingga NTB yang semula menjadi ‘zona merah’ berubah menjadi kuning bahkan hijau.
Sebelumnya, Ketua Umum PBL pusat, Fachrul Razi menegaskan, kehadiran PBL ingin menjalin persaudaraan, kebersamaan, memelihara suasana damai dengan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).
“PBL diharapkan menjadi salah satu organisasi yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat bahkan bangsa dan negara. Karenanya, sinergitas dengan semua pihak menjadi dasar utama untuk menciptakan perdamaian,” harap Fachrul Razi. (wr-dy)











Komentar