oleh

Proyek Peningkatan Jalan Puluhan Miliar Ditangguhkan, PUPR Sumbawa Datangi P2JN

SUMBAWA BESAR, (16/10/2020)

Sejumlah proyek peningkatan jalan di Kabupaten Sumbawa yang sedianya dikerjakan Tahun 2020 ini, terpaksa dibatalkan. Pasalnya, puluhan miliaran anggaran DAK yang dialokasikan untuk realisasi proyek tersebut, tidak jadi dikucurkan. Anggarannya dialihkan untuk menangani pandemic Covid di berbagai daerah termasuk Kabupaten Sumbawa. Padahal program fisik tersebut menjadi prioritas. Karena itu masyarakat selaku penerima manfaat diminta bersabar.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, H. Rosihan ST., MT yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/10), mengakui banyak program fisik yang ditangguhkan karena dampak Covid, terutama kegiatan peningkatan jalan. Seperti peningkatan jalan (hotmix) Dusun Talwa Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu sepanjang 1,5 kilomter senilai Rp 2,25 miliar, dan Peningkatan Jalan Pasar Baru Utan sepanjang 0,81 kilomter sebesar Rp 2,02 miliar. Kemudian Peningkatan Jalan Batu Dulang—Tepal sepanjang 2,5 kilometer senilai Rp 7 miliar. Peningkatan Jalan Malili—Lengas 4,95 kilometer senilai 14,8 miliar, Peningkatan Jalan SJP-Perung 1,6 kilometer senilai Rp 4,8 miliar. Peningkatan Jalan Hijrah—Labuan Kuris 0,2 kilometer senilai Rp 768 juta. Peningkatan Jalan Lantung Sepukur—Ropang sepanjang 4,78 kilometer senilai Rp 15,6 miliar.

Baca Juga  Muzani: Saya Titip Prabowo Dimenangkan di Dapil-dapil Paling Jauh

Sebagian dari proyek ini menggunakan DAK Reguler dan DAK Penugasan. Untuk proyek peningkatan jalan tersebut ungkap Haji Rosihan, sebenarnya dilaksanakan pada Tahun 2020 ini karena anggarannya sudah ada dan tinggal proses tender. Karena ada covid, membuat rencana itu buyar. Namun demikian pihaknya tetap mengusulkan untuk dilaksanakan pada Tahun 2021 mendatang.

Baca Juga  Ini Data Kasus Kejahatan di KSB Selama 2020

Salah satu upayanya, Dinas PUPR telah mengutus tim yang dipimpin Kabid Bina Marga dan Kasi Perencanaan, mendatangi pihak P2JN di Mataram. Tim ini akan memberikan data secara detail terkait dengan program fisik yang tidak terlaksana tahun 2020 maupun program lainnya yang akan diusulkan untuk dilaksanakan. “Sekarang tim berada di Mataram, semoga ada khabar gembira agar semua proyek fisik ini bisa direalisasikan tahun depan. Sebab sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi skala prioritas pemerintah,” pungkasnya. (SR)

News Feed