oleh

Derita Janda 3 Orang Anak, Tulang Punggung Keluarga Asal Sarata Ngaku Tak Pernah di Bantu Pemerintah

Kota Bima, Siberindo.co – Seorang janda mempunyai tanggungan 3 orang anak yang bernama Endang 47 (tahun) hidup sebagi tulang punggung keluarga, dengan menafkahi tiga orang anak. Yang berdomisili di RT 19 RW 06 Sarata Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, Meski hidup serba kekurangan, dia mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

Meski tergolong tidak mampu, Ibu Endang merasa tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Kebutuhan sehari-harinya lebih banyak ditopang dengan mencuci pakaian tetangganya.

Dari pantauan wartawan Tribun, Hari Rabu (03/02/2021) sekitar pukul 18.30 wita. Melihat langsung anak dari ibu Endang, sedang menimba keluar air yang tergenang di dalam rumahnya. Akibat dari air hujan yang menggenang rumahnya, karena sangat rendahnya kediaman (rumah) ibu Endang tersebut.

“Saya juga tidak tahu, mengapa ibu Endang tidak pernah mendapat bantuan [dari pemerintah]. Padahal dia janda sebatang kara yang layak di bantu, Justru warga sekitar sini yang biasa datang membantu memberi makanan. Kadang saya berpikir, bagaimana kalau Ibu Endang jatuh sakit? Siapa yang tahu kalau dia terbaring sendirian saat menahan sakit di rumahnya. Sedangkan setiap datang hujan apalagi hujannya malam hari, di rumahnya selalu tergenang air. Dan dipastikan Ibu Endang dan ketiga orang anaknya tidak tidur sampai selesai menimba keluar air yang masuk dirumahnya,” ungkap Israt Mandira S.H wartawan dari Media Tribun, serta merangkap menjadi Ketua Pemuda Sarata.

Baca Juga  Miliki Narkoba Jenis Sabu, Dua Warga Hu’u Dompu Ditangkap

Sehari-hari Ibu Endang yang bekerja sebagai tukang cuci bayaran, hanya mengandalkan bantuan dari tetangga di sekitar rumahnya. Para tetangga bingung kenapa janda sebatang kara di Sarata itu tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

Dinding yang terbuat dari anyaman bambu juga sudah keropos di sana-sini. Rasanya, tinggal menunggu waktu saja rumah yang seperti gubuk itu bakal ambruk.

Baca Juga  Pelaku Percobaan Pemerkosaan Mahasiswi Serahkan Diri

Tetapi Ibu Endang sama sekali tidak berniat memperbaiki rumahnya karena tidak memiliki biaya, dan dia memang sempat mengajukan permohonan ke Ketua RT setempat untuk perbaikan rumah. Namun, jawaban dari ketua RT bahwa tanah yang ditempatinya itu milik Pelindo.

“Dulu saya memang pernah mengajukan permohonan kepada Ketua RT, tapi Pak RT menolaknya. Dengan alasan kalau tanah yang saya pakai itu milik Pelindo, hanya digunakan untuk hak pakai saja. Akan tetapi yang saya lihat di Kelurahan Tanjung, ada beberapa rumah mendapatkan bantuan bedah rumah. Sedangkan yang kami ketahui, bahwa status tanah di Kelurahan Tanjung juga milik Pelindo dengan arti hanya Hak Pakai. Jadi Sarata Kelurahan Paruga juga bisa lah mendapatkan bantuan bedah rumah,” jelas Ibu Endang dengan rasa kekecewaanya.

Baca Juga  Kakek Bau Tanah Nekad Perkosa Dua ABG Sekaligus

Ibu Endang kurang lebih sekitar 4 tahun menjanda sejak suaminya, Kamaluddin M Saleh , meninggal akibat Sakit di Kakinya yang dialaminya bertahun-tahun. Sejak saat itu, Ibu Endang harus memeras keringat untuk membesarkan ke tiga anaknya dengan mencuci pakainya orang.

Salah satu anak Ibu Endang yang tinggal berdampingan dengan rumahnya, bekerja sebagai penjual kopi. Dan penghasilannya juga hanya bisa membantu biaya kehidupan sehari-hari bersama Ibu Endang dan adik-adiknya.

“Anak saya yang membantu untuk menopang biaya kebutuhan tiap hari, hanya bekerja sebagai penjual kopi. Pendapatanya pun tiap hari hanya mendapat Rp 50.000 sampai dengan 70.000,” ungkap Ibu Endang dengan raut wajah yang sedih. (SI/IM)

News Feed