oleh

Selamatkan Pariwisata NTB, Kemenparekraf Simulasi Protokol Kesehatan Berbasis CHSE

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (4/10/2020)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memilih Pulau Lombok NTB sebagai lokasi sosialisasi dan simulasi panduan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Sosialisasi dan simulasi yang diarahkan untuk pelaku industri pariwisata ini dalam upaya  menyikapi tatanan kenormalan baru pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),

Sosialisasi dan simulasi panduan protokol kesehatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang digelar mulai Jumat (2/10) itu, dirangkai dengan FanTrip ke beberapa destinasi wisata di Pulau Lombok di antaranya Desa Sade dan Sukarara di Lombok Tengah, Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, Tiga Gili di Lombok Utara, dan Wisata Senggigi di Lombok Barat.

Baca Juga  Hadiri Halal Bihalal, Syamsul Luthfi: Merawat Tradisi Hamzanwadi

Koordinator Promosi dan Pendukung Wisata MICE Kemenparekraf RI Titik Wahyuni, dalam wawancara di kaki Gunung Rinjani-Sembalun, Ahad (4/10) pagi, mengatakan bahwa industri pariwisata di Pulau Lombok perlu penataan secara menyeluruh. “Kunci pariwisata adalah sistem yang berkelanjutan dan menjaga lingkungan walaupun dalam Covid-19, ini sebuah tantangan kita semua untuk belajar lebih baik. Itulah yang memotivasi disusun dan disosialisasikannya panduan MICE,” ungkapnya.

Baca Juga  SERAH TERIMA SK PJS LSM LIRA LOMBOK TENGAH DAN LOMBOK TIMUR BERJALAN LANCAR.

Menurutnya, Covid-19 yang mewabah hampir di seluruh Nusantara tidak harus menjadikan sektor pariwisata mati dan tenggelam, tanpa kita mampu mencarikan solusi (jalan keluar) yang strategis. “Bagaimana cara kita mengelola dalam masa pandemi Covid-19 ini, perekonomian tetap jalan dan kita juga tetap peduli pada kesehatan. Ini maksud sosialisasi dan simulasi yang kita lakukan,” jelasnya.

Baca Juga  Karpet Merah Untuk Pasangan Tunggal F3 di Sampir

“Sehingga wisatawan yang akan ke Indonesia, percaya dan tak segan untuk melakukan perjalanan wisata dengan aman dan nyaman,” imbuhnya..

Titik Wahyuni juga menjelaskan bahwa panduan protokol kesehatan MICE, menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan wisata MICE yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. (SR)

Komentar

News Feed