YOGYAKARTA, samawarea.com (4/10/2020)
Dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus positif terus meningkat. Artinya, Pandemi Covid-19 belum berakhir. Tercatat jumlah jiwa yang dinyatakan positif terinfeksi virus telah menembus angka lebih dari 200 ribu jiwa, sejak Maret 2020 lalu. Jika tak ada tindakan tepat dan upaya untuk terus menekan jumlah kasus, dikhawatirkan pandemi ini akan terus meluas dan mengancam setiap nyawa.
Merespon hal ini, tim Disaster Emergency Response-ACT DIY bersama Yayasan Rumah Panca Sila menggelar penyemprotan probiotik titik-titik keramaian di Yogyakarta, Sabtu (3/10). Penyemprotan probiotik di simpul keramaian dilakukan untuk mengurangi potensi penyebaran virus yang bisa saja menyebar lewat udara. Bahan utama cairan probiotik yang terbuat dari bahan alami ini yang tidak berdampak buruk jika terkena makhluk hidup, makanan, serta tidak merusak kendaraan yang melintas.
Penyemprotan dilakukan penyemprotan bahan alami ini di ruas jalan Jogja-Solo bersama dengan Polantas Polsek Depok Barat, di Jalan Wates, Kecamatan Gamping bersama dengan Polantas Polsek Gamping, serta di area Nol Kilometer dan Kawasan Malioboro Yogyakarta bersama Satpol PP Kota Yogyakarta.
Kharis Pradana sebagai Koordinator Program mengatakan, dua titik tersebut menjadi target utama karena menjadi pintu masuk bagi orang yang akan memasuki kota Yogyakarta. Aksi penyemprotan ini melibatkan 11 relawan dengan jumlah cairan yang disemprotkan mencapai lima ratus liter setiap harinya. “Rencananya aksi penyemprotan probiotik akan terus dilakukan di titik-titik keramaian seperti Tugu Jogja, dan Jalan Kaliurang, serta Jalan Magelang,” pungkas Kharis. (SR)











Komentar