oleh

‘Peralat’ Tuan Guru Blokade Pendemo, Kapolres Lotim Minta Dicopot

LOMBOK TIMUR – Ada pemandangan berbeda saat puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (3/5).

Aksi unjuk rasa puluhan massa memperingati May Day atau hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), justru dihadang oleh puluhan tokoh agama atau tuan guru.

Tentunya, para demonstran sedikit menyayangkan ikutnya para tuan guru ikut-ikutan menghalang dan memblokade lokasi aksi unjuk rasa.
Keikutsertaan tuan guru tersebut diduga hanya diperalat dan kehadirannya dianggap dimanfaatkan oleh aparat keamanan setempat.

Baca Juga  Kasad Apresiasi Program Pengembangan Entrepreneurship PPAD

Eko Rahady, Salah satu orator dalam aksi demonstrasi tersebut menganggap kehadiran tuan guru untuk ikut serta memblokade aksi demonstrans patut disayangkan.

 

Kendati demikian, kehadiran tuan guru yang dipasang kepolisian tersebut tidak akan bisa menjawab tuntutan aksi massa.

“Pertanyaannya apa peran para tuan guru ikut-ikutan menghadang pendemo. Jangan hadirkan kami para tuan guru. Bukannya kami tidak menghargai tuan guru, tapi sebagai warga Lotim yang sangat menghargai tuan guru, kami tidak setuju jika tuan guru diperalat dalam aksi massa,” ujar Eko dalam orasinya.

Baca Juga  NWDI Harga Mati untuk Perindo

Pernyataan senada juga diungkapkan Hendrawan Saputra. Menghadirkan para tuan guru yang mencoba menghalau aksi mahasiswa tersebut sama halnya dengan menurunkan marwah para tuan guru.

“Ini bisa menurunkan marwah tuan guru yang kami cintai, karena baru kali ini saya melihat ada tuan guru ikut menghalau aksi unjuk rasa,” paparnya.

Ia juga meminta agar Kapolres Lotim dicopot dari jabatannya, karena telah menghilangkan marwah para tuan guru.

Baca Juga  Patroli KRYD Gabungan Fungsi Opsnal Polres Sumbawa Patroli Cipkon

Sementara itu, TGH. Muksin, salah satu dari tuan guru yang diberi kesempatan untuk berpendapat itu menyampaikan, bahwa keikutsertaannya hanya ingin mendengar keluh kesah para demontrasi tersebut.

“Kami dateng kesini itu hanya ingin mendengar keluhan yang disampaikan oleh mahasiswa, semoga kami bisa menyampaikan apa yang dikeluhkan mahasiswa ini bisa disampaikan ke pemerintah,” tutupnya. (wr-sid)

News Feed