oleh

Dirjen Binlatas Menaker RI : Lotim Berdayakan Dana Desa Untuk Tingkatkan Kompetensi SDM

LOMBOK TIMUR – Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binlattas) Kementerian Tenaga Kerja RI Budi Hartawan mengapresiasi komitmen Kabupaten Lombok Timur untuk menjadikan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Lombok Timur sebagai contoh bagi BLKI di Indonesia.

Menurut Budi Hartawan, Lombok Timur menjadi pionir dalam hal kesepakatan pemberdayaan dana desa untuk peningkatan kompetensi SDM.

Dalam acara penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Pemberdayaan Dana Desa antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan Kementerian Tenaga Kerja RI, Budi Hartawan menyebut bahwa model pemberdayaan ini adalah sesuatu yang baru, sehingga akan dikembangkan, direplikasi di daerah lain, di seluruh BLK yang ada di Indonesia untuk peningkatan kualitas SDM.

Baca Juga  KSAD Jenderal Dudung Beri Kuliah Umum 10 ribu Mahasiswa di Gelora Bung Karno

BLK Lombok Timur juga dianggap selalu bisa diandalkan, karena telah bertaraf internasional dalam pelatihan-pelatihannya.

“Tanpa dukungan pemerintah daerah, hal ini tentu tidak dapat diwujudkan. Mellihat besarnya dukungan Pemda Lotim, saya berjanji untuk meningkatkan sarana dan prasarana BLK Lombok Timur agar lebih optimal,” papar Budi Hartawan di BLKI, Senin, (3/5).

Terkait dengan hal tersebut. Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy menargetkan, pada tahun 2021 ini, seluruh desa dapat memanfaatkan dana desa untuk peningkatan kompetensi masyarakatnya.

Sukiman menyebutkan, pihak desa bisa menyumbangkan masyarakatnya minimal 10 orang ditiap-tiap desa. Dengan demikian pada akhir tahun mendatang ada 2540 orang tenaga kompeten yang dihasilkan melalui BLK Lombok Timur.

Baca Juga  Ketua Umum SMSI Firdaus: Saatnya Kode Etik Jurnalistik Diperkenalkan pada Masyarakat

“Pelatihan seperti yang dibuka pada hari ini dapat terus berlanjut. Kepala Desa tidak perlu ragu memanfaatkan dana desa untuk  peningkatan kompetensi SDM ini. Sebab ada payung hukum berupa Perbup,” sebutnya

Bupati juga menyampaikan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah dipulangkan dari sejumlah negara mencapai hampir 3500 orang. Diharapkan mereka ke depan dapat mengikuti pelatihan di BLK Lombok Timur melalui pemberdayaan Dana Desa.

Terlebih BLK Lombok Timur juga diberi kebebasan untuk membuka pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan lokal seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

Baca Juga  BTNGR-Dispar NTB Launching Simulasi Jalur Pendakian Gunung Rinjani

“Sektor tersebut masih merupakan andalan di Lombok Timur sehingga penting didukung keterampilan memadai,” imbuh Sukiman.

Pada kesempatan tersebut ditandatangani pula perjanjian kerjasama, antara BLK Lombok Timur  dengan 10 Desa wilayah Lombok Timur yang mengikuti pelatihan.

10 desa tersebut adalah desa Gunung Rajak, Kecamatan Sakra Barat, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Desa Prian dan Pesanggarahan, Kecamatan Montong Gading, Desa  Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Desa Jenggik Utara, Kecamatan Terara, Desa Dasan Borok, Kecamatan Suralaga dan Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, serta Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong. (wr-sid)

News Feed