MATARAM – Tidak semua SMA sederajat di Mataram melaksanakan ujian sekolah untuk siswa kelas XII mulai Senin (15/3/2021). SMA 4 dan SMA 5 Mataram akan melaksanakannya mulai Selasa (16/3/2021).
”Kami menghormati siswa kelas XII yang beragama Hindu, mereka baru selesai melaksanakan Hari Raya Nyepi,” kata Kepala SMAN 5 Mataram H Arofiq pada Lombok Post.
Kebijakan tersebut telah melalui proses komunikasi dengan peserta didik. Para siswa ditanya apakah siap mengikuti ujian mulai Senin. “Jawabannya tidak siap. Jadi kita putuskan ujian dimulai tanggal 16,” terang dia.
Dinas Dikbud NTB memang memberi rentang waktu US 15 Maret hingga 3 April. ”Sebenarnya mau memulai tanggal 15 atau 16 itu ndak ada masalah, yang penting tidak keluar dari waktu yang telah ditetapkan itu,” jelasnya.
Kendati demikian, ada pertimbangan lain yang lebih krusial. Pihak sekolah meminimalisir jumlah peserta ujian susulan. Ada 320 siswa kelas XII SMAN 5 Mataram terdaftar sebagai peserta US. Dari jumlah itu, 69 beragama Hindu. ”Bisa saja kita tetapkan US di tanggal 15 Maret, dan anak-anak boleh tidak ikut karena rangkaian Hari Raya Nyepi,” ujarnya.
”Tetapi lebih baik kami undurkan jadwalnya sehari, agar serentak ujiannya, dan ini tidak terlalu berpengaruh karena kita ada waktu tiga pekan melaksanakan,” sambung Arofiq.
Di SMAN 5 Mataram, gawe tahunan ini dilaksanakan berbasis IT. ”Bisa menggunakan komputer, laptop, tablet dan smartphone. Kami seperti biasa menggunakan hp android,” terang dia,
Jika terdapat kendala, sekolah telah menyiapkan satu ruang TIK, yang berisi 75 komputer. ”Alhamdulillah dari sekolah dan anak-anak sudah siap semua,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala SMAN 4 Mataram Jauhari Khalid juga memutuskan hal yang sama. Pihaknya tidak ingin memaksakan US 15 Maret. ”Anak-anak butuh persiapan setelah melaksanakan hari raya dan pakai untuk istirahat, sehingga ditanggal 16 Maret mereka lebih segar,” terangnya.
Sejalan dengan SMAN 5 Mataram, pertimbangannya mengurangi jumlah siswa yang ikut ujian susulan. Karena dari 251 peserta US, 45 persennya siswa beragama Hindu. ”Apalagi sekarang lagi pandemi Covid-19 juga, itu juga menjadi perhatian utama kami, makanya ya sudah kita putuskan untuk sama-sama,” pungkasnya. (*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com










