oleh

Tuntut Janji Bupati Sukiman, Warga Denggen Blokir Jalan

IST / RADAR MANDALIKA
PROTES : warga Lingkungan Dasan Gedang Kelurahan Geres memblokir jalan dengan cara menanam pohon pisang dan bunga kamboja, kemarin.

LOTIM – Puluhan warga Lingkungan Dasan Gedang Kelurahan Denggen Kecamatan Selong Lombok Timur (Lotim), melakukan aksi blokir jalan secara dadakan. Kemarin, aksi blokir jalan dilakukan dengan menanam puluhan pohon pisang dan bunga kamboja. Menggunakan tulisan pamplet, warga menuntut janji politik kepala daerah Lotim, karena kondisi jalan menuju lingkungan Dasan Gedang yang bertahun-tahun rusak parah.
Dalam pamplet bertuliskan tuntutan dan keluh kesah “telah meninggal dunia pemerataan pembangunan, selamat datang dikawasan wisata jalan 1000 lubang, pajak kami mulus jalan tak diurus, orang hamil dilarang lewat nanti melahirkan dijalan”. Selain itu, mempertanyakan kapan jalannya diperbaiki dan sebagainya.
Aksi warga tersebut, diketahui petugas saat Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Selong, melakukan patroli di wilayah Kelurahan Denggen tempatnya bertugas. Sehingga, aksi itu langsung dilaporkan pada institusi masing-masing, untuk mendapatkan pengamanan. Camat Selong juga langsung turun ke lokasi aksi.
Dihadapan massa aksi, Camat Selong, Usman, menjelaskan, infrastruktur jalan menuju Lingkungan Dasan Gedang sepanjang 1,5 km itu telah masuk dalam tahap perencanaan diperbaikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Selesai perbaikan DPA, baru dilakukan proses lelang, dan akan dikerjakan tahun ini.
Artinya sambung Usman, apa yang menjadi aspirasi masyarakat Dasan Gedang, telah terakomodir dalam program pemerintah kabupaten. Sehingga, pihaknya meminta massa aksi, mencabut pohon yang digunakan memblokir jalan. Sehingga, aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu.
“Aspirasi sudah diakomodir Bupati Lombok Timur. Kita tunggu semua proses yang ada. Yang jelas, tahun ini jalan Lingkungan Dasan Gedang ini diperbaiki,” tegasnya.
Untuk diketahui, pengerasan jalan menuju Dasan Gedang itu, terakhir dilakukan pemerintah pada tahun 1984 silam. Sejak itu jalan tersebut tak pernah tersentuh program, menyebabkan banyak lubang di sepanjang jalan. Karena kondisi jalan memprihatinkan, sehingga warga melakukan aksi protes pada pemerintah. (fa’i/r3)

BACA JUGA:  Pemkot Mataram Mengedukasi Masyarakat Untuk Lebih Gunakan Hasil Produk Lokal

 

News Feed