oleh

Hasil Swab, Pegawai BKPSDM Lotim Positif Covid-19 Bertambah

LOMBOK TIMUR – Dari hasil tes swab, 3 pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur, terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (3/11).

Dengan demikian, jumlah yang terpapar Virus Korona pegawai BKPSDM Lotim menjadi 5 orang.

Belum lama ini, dua orang pegawai sebelumnya terkonfirmasi positif. Salah satu yang sudah dinyatakan positif salah seorang adalah pejabat setempat yang menduduki jabatan kasubag.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs. HM. Juaini Taofik, MAp mengaku sudah melakukan kontak traking dengan seluruh pegawai BKPSDM Lotim dan mengisolasi pegawai yang sudah dinyatakan positif Korona.

Baca Juga  Presdir Amman Mineral Industri Sampaikan Kemajuan Pembangunan Smelter di KSB

Selain pegawai setempat, juga dilakukan traking kepada keluarga pasien untuk dilakukan rapid test dan uji swab.

“Sebelumnya tidak ada laporan yang reaktif dari peserta test CPNS yang dilaksanakan belum lama ini. Tapi faktanya ada yang terpapar. Nah, ini yang disebut Orang Tanpa Gejala (OTG),” ujar Juaini Taofik kepada media ini.

Dengan adanya sejumlah pegawai BKPSDM Lotim yang terkonfirmasi positif Covid-19, dikhawatirkan muncul kluster perkantoran.
Karenanya, Sekda Lotim yang masuk nominasi sebagai Sekda terbaik di NTB itu mengaku tak bosan-bosannya  memberikan himbauan kepada semua OPD untuk lebih protektif terhadap orang yang masuk dilingkungan kerja.

Baca Juga  Berkas Gugatan Sudah Masuk Pengadilan, Ilham Bintang Dapat Dukungan

Meskipun kasus Covid-19 di Lotim menunjukkan trend penurunan dan terus melandai, tetapi kewaspadaan itu patut menjadi perhatian semua pihak.

“Selama 3 hari ini tidak ada informasi ada yang terkonfirmasi positif. Apalagi tingkat kesembuhan sudah mencapai 90 persen. Tiba-tiba dari hasil uji swab beberapa pegawai BKPSDM Lotim ada yang terpapar,” ungkap Sekda.

Ia juga telah men-direktif kepala OPD untuk mendeteksi dini setiap orang yang masuk guna menjamin tidak ada kasus serupa yang bisa menyebabkan penularan.
Sesuai anjuran Men PAN RB, pola fix yang diterapkan yakni tidak hanya Work From Home (WFH), tapi juga dapat bekerja seperti biasanya. Namun lebih memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes).

Baca Juga  Hindari Gesekan, Polisi Bubarkan Pendukung Pasangan 'JODA' yang Gelar Konvoi

“Terpenting adalah kejujuran seseorang yang mengetahui  dirinya secara pribadi apakah dia penderita atau tidak. Selanjutnya, responsif kepala OPD untuk.memproteksi kondisi dilingkungan kerjanya,” saran Sekda Lotim yang juga Ketua Dewan Pembina dan Penasehat SMSI Lombok Timur itu. (wr-dy)

News Feed