SELONG – Pusat Bahasa Universitas Hamzanwadi tahun ini mulai menjalankan program pendampingan toefl dan beasiswa. Hal ini dilakukan sebagai upaya membantu memfasilitasi siswa SMA/SMK/MA dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Mengawali program ini, kami memulai kerja sama dengan Pondok Pesantren Ulil Albaab NW Perian, di Kecamatan Montong Gading,” kata Kepala Pusat Bahasa Universitas Hamzanwadi Hamzani Wathoni pada Lombok Post, Jumat (26/2).
Dalam pendampingan tersebut, Hamzani menerangkan, pusat bahasa tidak hanya memberikan pelatihan kebahasaan, tapi juga memberikan pendampingan beasiswa. Pendampingan beasiswa sendiri meliputi pembuatan rencana studi, motivationletter dan penulisan essay. Dan beberapa persyaratan umum lainnya yang dibutuhkan siswa untuk bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri. “Baik program sarjana maupun magister,” jelas Hamzani.
Dalam kegiatan tersebut, pusat bahasa melibatkan beberapa alumni Universitas Hamzanwadi yang memiliki pengalaman menuntut ilmu di luar negeri. Kata Hamzani, beberapa pentolan luar negeri yang dimiliki secara kemampuan sudah sangat teruji di bidangnya masing-masing.
Proram inovasi tersebut merupakan kali pertama pusat bahasa Universitas Hamzanwadi melebarkan sayap ke luar. “Ini menarik sebab merupakan program pertama yang fokus pada anak-anak dijenjang SMA se-derajat” terangnya.
Magister lulusan Universitas Adelaide Australia ini juga menjelaskan, keinginan Ponpes Ulil Albaab untuk menfasilitasi peserta didiknya ke luar negeri perlu ditiru. Apalagi mengingat begitu banyaknya peluang studi program sarjana yang jarang dilirik oleh tamatan SMA.
Kata Hamzani, salah satu penyebabnya adalah kemampuan bahasa yang minim dan pemenuhan persyaratan yang kurang memadai. “Ditambah lagi kurangnya akses informasi,” tekannya.
Kepala Sekolah SMA Ulil Albaad NW Perian Budi Kariawan mengatakan, kegiatan pelatihan toefl dan pendampingan beasiswa yang dilakukan pusat bahasa Universitas Hamzanwadi sudah sangat memuaskan. Hal itu dilihat dari hasil yang diraih santri-santriwatinya. “Ada peningkatan kemampuan secara signifikan pada test evaluasi tahap awal dari para peserta,” jelas Budi.
Hal serupa juga disampaikan pembina santri Ponpes Ulil Albaab L Zainal Haqiqi. Saat ini, ada 30 peserta yang ikut dalam program pelatihan dan pendampingan tersebut. Ia berharap, ke depan jumlah santri yang mengikuti program bisa terus bertambah.
Selain itu, ia juga berharap ada santri yang berhasil diterima di salah satu perguruan tinggi di luar negeri. “Tentu dengan beasiswa. Mengingat begitu banyaknya peluang yang bisa diambil oleh anak didik kita di Ponpes ini,” kata Haqiqi. (*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com










