oleh

Townsite AMNT Serasa Kota Mati Diduga Serangan Covid 19

Sumbawa Barat – Tambang Batu Hijau Amman Mineral Nusa Tenggara kini terlihat seperti kota mati semenjak diberlakukan Rapid Swab Antigen didalam area tambang karena diduga terdapat karyawan yang positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

Hal ini pun sedikit diperkuat dengan adanya pengurangan karyawan besar besaran didalam area tambang, yang menunjukkan bahwa perusahaan PT. AMNT sedang berusaha mengendalikan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan tersebut.

Menurut sumber KMCNews media group Siberindo yang enggan namanya disebutkan mengatakan, jika malam menjelang maka Townsite  akan terlihat seperti kota yang tak berpenghuni, bahkan terlihat seperti kota mati.

Baca Juga  Mutasi Besar-besaran Eselon II dan III Pemkab Lotim Digelar Hari Ini

” Kalo malam tiba, karyawan yang tadinya sering berolahraga, bersantai santai walau hanya dengan segelas kopi, kini sudah tidak ada lagi, bahkan terlihat seperti kota mati.” ujarnya.

Hal itu dikarenakan, lanjutnya, kebijakan perusahaan yang mengharuskan seluruh karyawan untuk tidak keluar kamar, kecuali hanya untuk bekerja.

” Jadi ketika jam berangkat kerja saja kita hanya boleh keluar kamar, selebihnya, untuk makan, laundry, diantarkan ke kamar masing-masing,” imbuhnya.

Baca Juga  Kemungkinan Haji 2021 Dibatalkan

Ia pun bertanya-tanya ada apa gerangan sebenarnya yang terjadi, hingga perusahaan melakukan kontrol seketat ini, apakah separah ini penyebaran didalam tambang hingga harus memulangkan ribuan karyawan.

” Saya pun heran pak, apakah benar-benar ada Covid didalam tambang ini, padahal sebelum masuk kesini kita dikarantina dulu dua minggu di mataram,” timpalnya.

Menjawab isu Covid dan pengurangan karyawan, Head Coorporate Communication PT AMNT, Kartika Octaviana membantah hal tersebut, Covid-19 tak ada di townsite,  AMNT hanya melakukan proses ketat dalam social distancing untuk mencegah masuknya Covid ke lokasi tambang.

Baca Juga  Komisi I DPR Dukung dan Apresiasi Program Unggulan KSAD Jenderal Dudung

“ Tidak benar ada pengurangan karyawan, Kami sedang menerapkan social distancing secara ketat, tp ini jg hanya sementara. Dengan kerja sama semua pihak, Insya Allah prosesnya cepat selesai dan kita bisa kembali aktivitas normal,” tambah Vina sapaan akrabnya, kepada JMS News media Group KMC, Rabu (27/1/2021).(K1)

News Feed