oleh

BTNGR-Dispar NTB Launching Simulasi Jalur Pendakian Gunung Rinjani

LOMBOK TIMUR – Sejak gempa dahsyat mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya 2 tahun silam, praktis rute pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Penutupan jalur pendakian di 4 titik tersebut dikhawatirkan longsor . Karenanya, Pengelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bersama Pemprov NTB akan membuka kembali jalur pendakian ke Gunung Rinjani.

Kepala dinas Pariwisata Provinsi NTB, HL. Muhammad Faozal bersama Kepala BTNGR wilayah NTB, Dedy Asriadi sepakat untuk kembali membuka jalur pendakian alam membangkitkan sektor pariwisata.
Berlangsung di Pos Resort TNGR Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara (KLU), pertemuan membahas Geopark Gunung Rinjani, juga dihadiri perwakilan sejumlah pejabat daerah lainnya seperti Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan KLU. Disamping itu Jenderal Manager Geopark Rinjani Lombok dan pelaku wisata lainnya.

Kadispar NTB, Lalu M. Faozal, untuk memastikan recovery pariwisata dengan dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani, akan berimbas positif secara ekonomi bagi seluruh stake holder terkait. Disamping akan menambah pemasukan daerah, para pelaku wisata tidak lagi menutup bahkan mem-PHK karyawannya.
Hotel-hotel dan penginapan lain mulai bangkit dan masyarakat yang menjadi bagian dari ekses wisata itu dapat survive kembali.

“Apa yang harus dilakukan ketika Rinjani dibuka? Selain memberlakukan protokol Covid-19 lebih dimaksimalkan dalam pelayanan di tracking nantinya, sebaiknya pula akan dilakukan evaluasi kembali sehingga pelaksanaannya lebih representatif,” ujar Faozal.

Paradigma pariwisata itu sekarang ini sudah mulai berubah. Wisatawan selalu mempertanyakan protokol kesehatan yakni kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (cleanliness, health, safety, environment/CHSE) di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga  Jasad Pengidap Gangguan Jiwa Tergeletak di Tengah Sawah

“Kita sudah berikan sertipikat CHSE ke empat pintu jalur pendakian, yang diterima langsung oleh Kepala BTNR Matarm. Artinya ke empat jalur pendakian itu sudah kita rekomendasi untuk bisa digunakan jalur trecking dengan standar CHSE,” terang Faozal.

Kerjasama yang dibangun BTNGR dengan Dispar NTB yakni telah dibukanya 4 kawasan wisata yang mendunia. Diantaranya, Tiga Gili, KEK Mandalika, Rinjani dan Senggigi.
Dengan dibukanya keempat titik wisata tersebut, diharapkan dapat memberikan nilai plus bagi NTB.

Sementara itu, Dedy Asriady, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Mataram mengaku kagum dengan keindahan alam Geoprak Gunung Rinjani sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Baca Juga  Jika Kader Tak Dukung F3, PDIP Akan Beri Sanksi Tegas

Gunung Rinjani sebagai magnet dan peradaban bagi masyarakat pulau Lombok. Untuk itu, ia berharap marwah gunung Rinjani dijaga dan dipelihara terutama oleh masyarakat disekitar lingkaran gunung Rinjani.
Dedy juga mengakui bahwa keindahan gunung Rinjani oleh karena didukung keberadaan sisi culture dan adatnya.
“Kalau selama ini pengelolaan Rinjani dibebankan kepada TNGR, kami akan berkomitmen akan terus hadir karena rinjani itu milik bersama. Dengan Tagline baru Rinjani The Beuty of Nature and Culture,” ujarnya.

Sebuah penghargaan kata Dedi, unsur budaya dan keindahan Gunung Rinjani yang dibanggakan itu menjadi barometer dan daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. (dy)

Komentar

News Feed