oleh

Serah Terima Jemaah Haji Kloter 10 NTB oleh Kakanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz

Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Bir Ali 1 Asrama Haji Lombok saat pelaksanaan serah terima Jemaah Haji Kloter 10 Debarkasi Lombok. Kloter ini terdiri dari para tamu Allah yang berasal dari Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu, dan Kota Mataram, yang kini telah kembali ke tanah air dengan membawa predikat mulia: haji mabrur. selasa, 24/06/2015.

Sebanyak 384 jemaah yang terdiri dari 195 laki-laki dan 189 perempuan, bersama 7 petugas haji, tiba dengan selamat pada pukul 08.45 WITA dengan pesawat Garuda Indonesia GIA5410, setelah menempuh perjalanan udara dari Jeddah menuju Lombok. Serah terima jemaah dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, dan disaksikan oleh sejumlah tokoh penting dan pejabat lintas instansi.

Turut hadir dalam momen penuh makna ini, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB, Kasubdit Dirjen PHU Asrama Haji, Kepala Bidang PHU, para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, serta perwakilan dari Polda NTB. Suasana penyambutan sekaligus pelepasan ini kian khusyuk saat ditutup dengan doa yang penuh kekhusyukan oleh H. Mujiburrahman, perwakilan Kemenag Kabupaten Bima.

Baca Juga  Jendral Narkoba Pemilik Akun Dae Oleng, Si Penantang Polisi di Medsos Diciduk Polisi

Dalam sambutannya, H. Zamroni Aziz menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas kembalinya jemaah haji dalam keadaan sehat dan selamat. Ia mengungkapkan kekaguman terhadap semangat dan keteguhan para jemaah, serta mengapresiasi kinerja luar biasa para petugas kloter.

“Kloter 10 ini luar biasa. Gabungan dari Bima, Dompu, dan Kota Mataram, namun selama perjalanan sangat kondusif dan tidak banyak yang rewel. Ini adalah bukti keikhlasan dan kesabaran Bapak/Ibu dalam menjalani ibadah haji, bagian dari ujian menjadi tamu Allah. Saya yakin semuanya kembali dengan membawa predikat haji yang mabrur,” ujar H. Zamroni.

Ia juga menyampaikan bahwa dari awal keberangkatan hingga kembali ke tanah air, seluruh pelayanan kepada jemaah telah menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Jika selama proses ini terdapat pelayanan kami yang kurang berkenan, baik dari petugas kami maupun sistem yang berjalan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami melayani dengan tekad dan cinta. Namun, jika ada yang terlewat, kami titip permohonan maaf kepada keluarga besar Bapak/Ibu di kampung halaman,” lanjutnya dengan nada tulus.

Baca Juga  Ditikam Teman Sendiri, Seorang Mahasiswa Tewas

Pihak Kementerian Agama NTB juga mencatat satu jemaah yang wafat di Tanah Suci, yaitu Hawsah Muhammad Jamaludin (75 tahun), yang berpulang pada tanggal 17 Juni 2025 akibat cardiogenic shock. Almarhumah dimakamkan di tanah suci sebagai bentuk kemuliaan seorang tamu Allah.

Selain itu, data jemaah lansia cukup signifikan, dengan jumlah mencapai 150 orang (39,1%), yang menunjukkan betapa kuatnya semangat para orang tua dalam memenuhi panggilan suci ke Baitullah. Tak ada jemaah yang mengalami mutasi masuk atau keluar dari kloter ini, menandakan proses keberangkatan dan kepulangan yang utuh dan terorganisir dengan baik.

Petugas kloter yang terdiri dari TPHI, TPIHI, tenaga kesehatan, serta petugas haji daerah, dinilai telah bekerja sepenuh hati. Ini menjadi catatan baik dalam penyelenggaraan haji tahun 2025, dan menjadi motivasi untuk lebih baik di tahun mendatang.

Baca Juga  Berawal dari Hobi, Tina Lovastel Kini Populer sebagai MUA Hits di Pulau Sumbawa

“Saya percaya, setiap dari Bapak/Ibu membawa catatan spiritual masing-masing. Mulai dari saat meninggalkan rumah, melangkah ke Tanah Suci, hingga kembali lagi hari ini. Semua itu akan menjadi bekal untuk hidup yang lebih bermakna. Aura jemaah haji itu memang berbeda – wajah-wajah teduh penuh cahaya keimanan,” tutup H. Zamroni dengan haru.

Pelepasan dan Penyerahan ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga simbol kasih sayang pemerintah kepada rakyatnya. Ketika jemaah melangkah meninggalkan Aula Bir Ali menuju kendaraan masing-masing, air mata bahagia mengalir dari wajah mereka, pertanda sebuah perjalanan spiritual telah usai dengan penuh berkah.

Selamat datang kembali para dhuyufurrahman. Selamat menikmati indahnya tanah air dengan membawa misi suci: menjadi haji yang mabrur dan bermanfaat bagi masyarakat.

News Feed