
TERPAPAR: Warga saat memsukan jenazah Covid-19 dengan keranda jenazah ke masjid untuk disalatkan.
PRAYA – Kasus kematian karena Covid-19 di Lombok Tengah tertinggi. Hal ini disebabkan abainya masyarakat menerapkan protocol kesehatan (Prokes). Lombok Tengah nampaknya tertinggi secara baik dalam persentase nasional dan global. Tercatata, persentasi fatalitty tate angka kematian di Loteng yakni mencapai 7 samapai 8 persen, jika dibantingkan dengan angka nasional sekitar 3 persen dan Global 2,3 persen.
Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Lombok Tengah yang enggan dikorankan namanya mengutarakan bahwa abainya masyarakat Loteng sudah sangat kebablasan. Katanya, ada kejadian pembongkaran peti jenazah salah satu pasien Covid -19 beberapa waktu lalu memang sangat dirasakan miris mengingat dampak yang ditimbulkan sangat luas dan berbahaya.
“Saya menyaksikan sendiri juga menyaksikan secara lansung pembongkaran tersebut, dimana masyarakat membentuk pagar betis dan suara pembongkaran peti terdengar dan dinaikkan di atas liang lahat, kemudian plastik pembungkusnya juga dibuang di luar liang lahat, ” yakinnya.
Disela kejdian tersebut juga banyak warga yang tidak menggunakan Prokes, tidak ada protokol ketat dari kepolisian. Hanya mengawal di jalan saja. Tidak ada pengaman TNI Dan Polri tidak ada pembatasan pengawal jenazah dengan warga.
Sesuai dengan protokol dengan fatwa MUI nomor 18 2020 pada point 9 dan 10 disebutkan bahwa peti jenazah tidak boleh dibuka, dan kalau kemudian dengan alasan jenazah menghadap ke atas. Kemudian bisa di buka dan di hadapkan kiblat namun jangan di buka plastik dan ditutup kembali.
“Inilah sebenarnya kekhawatiran terbesar apabila ini yang akan menyebarkan virus Covid-19 di wilayah tersebut terlebih dengan keberadaan pelanggaran yang seolah telah direncanakan,” sebut dia.
Sementara, Humas Covid-19 RSUD Praya dr Yuda Permana yang dikonfirmasi membenarkan kabar diterima. Menurut saksi bahwa pihaknya menyatakan benar kejadian tersebut, kemudian demikiian hal tersebut pihaknya sangat menyayantkan hal tersebut terjadi, m ngingat akan berpotensi terjadinya transmisi penyebaran Covid-19 di areal lokal tersebut. Kalaupun gak tersebut terjadi maka apabila itu benar di rencanakan hal tersebut bisa saja di usut aparat, Dan ini dalam rangka ketegasan penindakan penanganan covid nasional.
“Angka kematian di Lombok Tengah sangat mengkhawatirkan,” pungkasnya.(tim)










