oleh

Belasan Pemuda Demo, Segel Kantor Bupati KSB

Sumbawa Barat – Belasan Pemuda yang melakukan aksi unjuk rasa, Senin (21/9) menyegel Graha Fitrah, Kantor Bupati Sumbawa Barat.

Penyegelan pintu utama Kantor Bupati dengan Pita merah putih ini, sebagai bentuk protes menyusul kekecewaan mereka tidak bisa  bertemu Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat.

Massa aksi yang dikawal ketat aparat Kepolisian tersebut, juga melakukan Sholat Dzuhur berjamaah di teras depan Kantor Bupati.

Puluhan Pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat Mencari Keadialan (GMSBMK) tersebut datang menuntut Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat agar menolak segala bentuk aktivitas dan rencana Eksplorasi Olat (Gunung-red) Samoan Taliwang oleh PT Sumbawa Barat Mineral (PT SBM).

Baca Juga  Hitungan Cepat Pilkada Dompu, Paslon AKJ-SYAH Hanya Kalah di Satu Kecamatan

Dalam tuntutannya, Koordinator Lapangan GMSBMK, Yudi Prayudi menyampaikan, bahwa aktivitas pertambangan yang akan dilakukan oleh PT. sumbawa Barat Mineral (PT. SBM) di gunung Samoan, hanya akan merusak lingkungan, dan merusak habitat kehidupan siapapun yang berada di sekitar tambang.

“Kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi di Tana Pariri Lema Bariri ini. Karena gunung Samoan, adalah salah satu jantung Kota, dan sumber serapan air masyarakat di Kota Taliwang,” pungkas Yudi dalam orasinya.

Baca Juga  Viral, Gili Tangkong Akan Dijual Online, Gede: Tidak Ada yang Dijual

Sementara itu, Firman Jawas dalam orasinya juga meminta kepada Pemda KSB, terkait dengan izin eksplorasi Samoan, Firman berpandangan apabila Bupati Sumbawa Barat tidak segera mencabut dan menghentikan aktivitas eksplorasi gunung Semoan oleh PT. SBM, yang tidak jelas asal usulnya, maka layaklah pemerintahan ini gagal tidak mau belajar dari pengalaman yang ada.

“Bukankah kita pernah lama dikeruk oleh Newmont Nusa Tenggara yang sekarang berubah atau diakuisisi oleh Amman Mineral Nusa Tenggara, yang tidak pernah memberikan efek apa apa bagi kesejahteraan rakyat, ” tegas Firman.

Firman menegaskan, tentu saja kebodohan tersebut lahir dari pandangan yang terlalu sempit, entah pengertian itu datang dari perspektif yang pragmatis dan materialistis, ataukah keinginan untuk mencaplok kue kue tambang untuk memperkaya diri sendiri, ataukah pemimpin KSB, ini tidak mampu menolak tekanan hirarkis politik yang kuat yang menghilangkan confidence dan kepercayaan dirinya sebagai pemimpin.

Baca Juga  Sumbawa Berubah Zona dari Merah Langsung Kuning, Kasus Covid Melandai

“Padahal kalau ia melawan, ada 140 ribu rakyat KSB yang akan membelanya. Tapi saya cenderung berpendapat bahwa rezim ini adalah rezim yang bertindak dan melakukan sesuatu untuk kepentingan diri sendiri,” demikian Firman Jawas.(AI)

Komentar

News Feed