oleh

Sumbawa Berubah Zona dari Merah Langsung Kuning, Kasus Covid Melandai

MATARAM – Zonasi covid di kabupaten/kota di Pulau Sumbawa bergerak membaik. Bahkan, satu kabupaten yakni Sumbawa, mengalami lompatan perubahan zonasi. Dari merah langsung ke kuning.

”Kita syukuri, Pulau Sumbawa yang merah membara, ada perubahan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, Jumat (5/3).

Soal zonasi covid di Kabupaten Sumbawa, Gita menyebut tidak langsung menjadi kuning. Dalam empat hari terakhir, zonasi di sana sudah berubah secara bertahap. Dari merah ke oranye, kemudian ke kuning. ”Jadi tidak melompat. Ada oranye empat atau lima hari lalu. Sekarang kuning,” klaimnya.

Padahal, dari peta zonasi yang dikeluarkan satgas covid pada 3 Maret, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima berada di zona merah. Kemudian Sumbawa Barat di zona oranye.

Baca Juga  Angka Partisipasi Pemilih di Pilkada Dompu Urutan ke Lima Nasional Dengan Raihan 93,53 %

Berselang satu hari, di 4 Maret, zonasi covid di kelima wilayah berubah warna. Kabupaten Sumbawa mengalami perubahan terekstrem. Sementara di Dompu, Bima, dan Kota Bima, bergerak ke arah oranye. Sementara Sumbawa Barat masuk zona kuning.

Terlepas dari itu, Gita menyebut ini sebagai sinyal baik. Kerja keras dari seluruh pihak. Kolaborasi PPKM dengan kampung sehat yang diterapkan satgas covid dalam tiga pekan terakhir.

”Di instruksi Gubernur itu kan ada dalam poin tujuh. Mengintegrasikan dengan kampung sehat. Jadi ada hal positifnya,” tuturnya.

Baca Juga  Kapolres KSB Minta Babin Dampingi Petugas Vaksinasi

Perubahan zonasi di Pulau Sumbawa memang patut disyukuri. Namun, kata Sekda, satgas sekarang ini mewaspadai perkembangan kasus di Lombok Tengah (Loteng). Per 4 Maret, zonasi covid di Loteng berubah dari kuning ke oranye.

Peningkatan zonasi tersebut masih dievaluasi satgas. Apakah berkaitan dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang atau adanya mobilitas yang meningkat. Sebab, Loteng merupakan salah satu daerah pariwisata di NTB.

”Data-datanya sedang kita analisa. Apakah ada kontribusi dari PMI atau seperti apa,” kata Gita.

Sekda mengimbau, perubahan ini harus diimbangi dengan peningkatan kedisiplinan. Sehingga secara bertahap, zonasi di seluruh wilayah bisa bergerak ke arah yang lebih baik. ”Kalau kita sama-sama disiplin, insya Allah bertahap ke zona kuning semua. Dari sana bergerak jadi hijau,” harap sekda.

Baca Juga  SUKISMAN DPD RI PERWAKILAN NTB MENDUKUNG SEPENUHNYA PEMBATALAN OMNIBUSLOW

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, penerapan protokol kesehatan tetap jadi kunci untuk pencegahan penyebaran covid. “Ini harus dilakukan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah kemudian akan mengimbanginya dengan kegiatan 3T. Tracing, testing, dan treatment. ”Kuncinya itu di protokol kesehatan. Disiplin dalam penerapannya,” kata Fikri. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

News Feed