oleh

Maju sebagai Caleg, akan Menginisiasi Raperda Khusus bagi Pertanian di Lahan Tadah Hujan

LOMBOK TIMUR – Syamsuddin, tokoh aktivis pergerakan yang lahir di Dusun Ujung Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, 22 Maret 1982 ini ingin memberikan warna tersendiri terhadap perkembangan dan kemajuan daerah, khususnya Lombok Timur (Lotim) bagian selatan. Wilayah Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru yang merupakan daerah pemilihan (dapil) Bung Sham, demikian dia kerap disapa, diinginkan agar memiliki perkembangan setara dengan Lotim bagian tengah dan utara.

Syamsuddin, aktivis yang dikenal cukup luas sebagai pegiat antikorupsi dengan pernah memimpin Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Masyarakat (LIRA) NTB dua periode itu, saat ini memegang banyak data dan catatan tentang kurang transparannya penyelenggaraan pemerintahan. ‘’Karena itu, apabila nanti ditakdirkan duduk di badan legisdlatif, persoalan transparansi kebijakan pemerintah (eksekutif) akan menjadi atensi khusus,’’ katanya, Sabtu 20 Mei 2023.

Bagi Master Administrasi Publik (M.AP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang kini sedang studi S2 Hukum di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ini, bekal pendidikan serta pengalaman dirasa cukup untuk lebih mewarnai pengambilan keputusan pemerintah untuk lebih memperhatikan aspirasi rakyat di Lotim bagian selatan. ‘’Kalau selama ini Lotim bagian selatan dikenal dengan irigasi minim untuk pertanian, kita perlu mencari opsi bernas untuk keluar dari persoalan menahun itu,’’ katanya. ‘’Kalau perlu diinisiasikan Perda khusus untuk penanganan irigasi lahan pertanian di daerah kering Lotim selatan,’’ tambahnya.

Syamsuddin, tokoh aktivis yang kini sedang menyelesaikan disertasi untuk doktoral (S3) University Tun Husein Johor Bharu, Malaysia, jurusan Bussines Management Public (DBA) itu, ingin agar perkembangan kemajuan pembangunan di Lotim bagian selatan, terutama pertanian dan pariwisata bisa terwujud. ‘’Keindahan pantai di Lotim bagian selatan tak terbantahkan. Tetapi destinasi tersebut harus ditata lebih kreatif sehingga mendatangkan investasi,’’ ujarnya.

Baca Juga  KPU NTB: Penundaan Pilkada Kewenangan Kabupaten

Pemkab Lotim, baik tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) maupun legislatif, menurut Bung Sham ini, jangan malas belajar ke daerah lain. ‘’Daerah lain yang telah maju pertanian dan pariwisatanya, juga tidak langsung sim salabim dan maju begitu saja,’’ katanya, tetapi didahului dengan gagasan atau ide, belajar ke daerah lain, hingga pengelolaan manajemennya harus terbuka. ‘’Tidak boleh kita ibarat katak dalam tempurung,  merasa telah maju dan hebat di daerah sendiri,’’ lanjutnya.

Selain pantai selatan yang dikenal dengan destinasi wisata bahari, fakta yang ada menunjukkan pantai-pantai di sana menghasilkan hasil laut bernilai ekspor, baik lobster maupun kerapu. ‘’Jangan sampai nelayan dan pembudidaya kelautan hanya sebagai kacung dari eksportir yang beruntung besar namun tak pernah turun ke laut,’’ katanya. Hal ini akan menjadi atensi khusus caleg Perindo tersebut.

Baca Juga  Stadion Standar FIFA Bakal Dibangun di Lombok Tengah

Di bawah kharisma Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. K.H. M. Zainul Majdi, dia yakin Perindo akan membentuk satu fraksi atau menjadi salah satu unsur pimpinan di DPRD Lombok Timur. Saat itulah Syamsuddin, jika terpilih duduk di kursi legislatif, akan bisa berbuat banyak untuk kemajuan daerah. ‘’Lombok Timur akan menjadi daerah yang akan banyak mewarnai perkembangan kemajuan NTB dan nasional. Tidak hanya dikenal sebagai daerah produksi Pekerja Migran Indonesia (PMI) semata,’’ demikian tekad Bung Sham ini.

News Feed