oleh

Postur APBD Lotim Rp. 2.7 Triliun

LOMBOK TIMUR – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2021, disusun dengan komposisi pendapatan daerah sebesar Rp. 2,795 triliun lebih. Belanja daerah sebesar Rp. 3,94 trilun lebih serta Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp. 299,176 miliar lebih.

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy pada Rapat Paripurna III masa sidang I dengan agenda Penyampaian Penjelasan Kepala Daerah terhadap Raperda tentang APBD tahun Anggaran 2021 mengatakan bahwa RAPBD tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan nilai tambah untuk daya saing produk unggulan daerah.

Selanjutnya, meningkatkan kualitas sektor pariwisata dan investasi daerah yang didukung regulasi dan keamanan wilayah, pemerataan infrastruktur wilayah untuk mendukung pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan dasar yang inklusif serta, pemerataan akses pelayanan publik yang didukung SDM  professional.

Baca Juga  10 NOMINE ANUGERAH KEBUDAYAAN PWI - HPN 2022

Dalam mewujudkan prioritas tersebut Bupati Lotim menbharapkan adanya kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar dapat mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan pelaksanaan progam kegiatan sesuai target yang telah direncanakan.

Bupati Sukiman juga menjelaskan besaran rencana pendapatan daerah sebesar Rp. 2,795 triliun lebih.
Dirincikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.392,161 miliar. Angka tersebut diantaranya berasal dari Pajak Daerah sebesar Rp.81,751 miliar, Retribusi Daerah Rp. 62,724 miliar lebih. Selain itu pendapatan juga berasal dari Pendapatan transfer sebesar Rp. 2,222 triliun, dan lain-lain pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 180 miliar lebih.

Baca Juga  Wagub NTB Ikuti Rakornas Pengembangan Lima DPSP, Mandalika Jadi Prioritas Pusat

Pada rapat yang dihadiri Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD dan seluruh Anggota DPRD kab Lombok Timur, Bupati Sukiman juga
menyebutkan alokasi Belanja Modal sebesar Rp. 659  Miliar untuk pengadaan asset tetap dan asset lainnya  dalam rangka pembangunan dan pengembangan sarana dan prasaana yang terkait langsung dengan peningkatan pelayanan publik serta
pertumbuhan ekonomi daerah.

Belanja modal ini meliputi belanja pengadaan tanah sebesar Rp. 16,918 miliar  lebih untuk pembebasan lahan pembangunan embung, jalan, pasar dan mata air.  Selain itu termasuk pula belanja pembangunan jalan, irigasi dan jaringan  sebesar Rp. 374,118 miliar lebih yang diarahkan untuk pembangunan ruas-ruas jalan kabupaten, jalan usaha tani dan jalan desa serta irigasi.

Baca Juga  Pakar : Gelombang Protes Akademisi Bisa Picu Krisis Legitimasi Terhadap Pemerintahan Jokowi

“Anggaran ini terkait akses dan konektifitas antar wilayah pedesaan dan perkotaan,” beber Bupati Sukiman Azmy dalam pidatonya, Selasa (17/11).

Bupati juga memaparkan alokasi dana masing-masing OPD seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan  jumlah Rp. 894,576 miliar lebih dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebesar Rp. 461,53 miliar lebih.

Pemaparan ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan Kepala Daerah terkait rancangan APBD. Fraksi meminta penjelasan terhadap sejumlah persoalan  diantaranya penataan pariwisata, ruas jalan kabupaten yang akan dibangun, dan mekanisme penentuan masyarakat yang mendapat subsidi bunga pinjaman kredit usaha rakyat, serta penanggulangan dampak kekeringan tahun 2020. (wr-dy)

News Feed