LOMBOK TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur telah memetakan sejumlah wilayah rawan kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Ir. Toni Satria Wibawa, MT menyebutkan, dari hasil data pengamatan sebanyak 15 kecamatan terkena dampak bencana kekeringan. Sebagian besar berada di wilayah selatan dan sebagian di utara Lombok Timur.
Merujuk data tersebut, BPBD sudah menyiapkan sejumlah armada tangki air yang akan didrop ke lokasi kekeringan.
“BPBD Lotim sudah siagakan sejumlah truk tangki air untuk pendistribusian ke daerah-daerah yang dilanda kekeringan. Armada kami sudah stand by mengantisipasinya, koq,” kata Toni mantap kepada wartawan, Kamis (17/9).
Dia menambahkan, satu truk tangki air mampu mengangkut dua hingga tiga kali rit ke lokasi. Itu artinya, meski dengan keterbatasan armada, BPBD dapat melayani warga yang sangat membutuhkan air bersih.
Titik-titik krusial yang dianggap sangat rawan kekeringan pun telah diantisipasi.
Meski selama ini dukung anggaran masih menggunakan dana operasional BPBD, bukan berarti keterlibatan BPBD membantu daerah terdampak tak direspon.
Pastinya, kecamatan seperti Jerowaru, Keruak, Sakra, Sambelia, Swela dan lainnya akan menjadi prioritas penanganan.
“Anggaran yang sudah diajukan belum keluar tapi kami siap mendistribusikan air,” tandasnya. (wr-dy)








Komentar