SIBERINDO – Mataram, 16 Januari 2024. Kisruh Bank NTB Syariah yang tidak banyak di ketahui publik di Gumi GORA di munculkan pengamat perbankan sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram, menyusul rencana kontroversial pemberian penghargaan kepada Direktur Utama Bank NTB Syariah .
” Rencana pemberian penghargaan tersebut tentu tidak tepat di berikan ditengah kinerja Dirut Bank NTB Syariah tidak baik, jelas Prof Asikin, kepada awak media.
Menurut Asikin adanya temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB terkait kasus kredit macet di Bank NTB Syariah mencapai 24 Milyar atau mengalami kenaikan mencapai 30 persen dari tahun sebelumnya akibat dari tidak adanya analisis dan dugaan pemberian rekomendasi dari oknum pejabat, ironinya lagi pencairan kredit bernilai fantastis tersebut belum pernah sama sekali di setor oleh penerima kredit.
Selain itu menurut Asikin, dugaan kerugian negara sebesar 2,4 Milyar yang timbul dari pembangunan gedung baru Bank Syariah NTB berdasarkan temuan BPK, mencari catatan buruk kinerja para direksi Bank Syariah NTB. “Imbuh Asikin
Melihat situasi tersebut, pengamat perbankan sekaligus Guru Besar UNRAM ini mendesak segera pergantian Direktur Utama Bank NTB yang bagusnya direktur nya adalah orang NTB dong untuk misi penyelamatan BANK NTB, ” lanjutnya.
Kita juga terancam kembali menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) karena modal minimum 3 Triluin belum terpenuhi. Saat ini modal minimum Bank Syariah NTB baru setengahnya dan kekurangan tersebut harus bisa terpenuhi hingga akhir 2024.
Terpisah pihak Bank Syariah NTB belum memberikan klarifikasi terkait pernyataan Asikin ….







