oleh

Depresi Tanaman Jagung Dirusak Hama Tikus, Seorang petani di Dompu Minum Racun

Satondanews.com

Depresi karena tanaman jagung dirusak hama tikus, Burhanuddin (36 tahun) warga Dusun Tompo, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu memilih akhiri hidupnya dengan menenggak racun serangga.

Kisah pilu dialami Burhanudin berawal Sabtu (13/02/21) sekira pukul 16.30 wita, dimana korban dan istrinya Maryam (34 tahun) tengah duduk di pondok yang berada di ladang jagungnya usai mengontrol sekeliling areal jagung.

Korban mengeluhkan pada istrinya bahwa tanaman jagung terancam gagal panen karena banyak yang rusak dimakan tikus dan babi.kepada sang istri korban mengatakan, bahwa “jika melihat keadaan tanaman jagung seperti ini saya tidak sanggup lagi bertani jagung dan lebih baik saya mati saja”.

Baca Juga  Tahap Ketiga, 58 Persen DD yang Cair

Mendengar ucapan sang suami, Maryam pun berusaha menenangkan dengan menimpali, ‘jangan ngomong begitu, tidak baik, kita banyak bersabar saja”. Saat itu keduanya duduk saling membelakangi.

Percakapan keduanya rupanya yang terakhir, sang istri tidak menyangka saat membicarakan itu, rupanya korban seraya menenggak racun serangga jenis insektisida Dupont Lannate yang dicapur dengan racun ulat merk Sidametrin.

Baca Juga  Lebih dari Sekedar Helm dan Rompi : AMMAN Tanamkan K3 sebagai Gaya Hidup

“Saat Maryam membalikan badannya ia melihat sang suami sedang pingsan dan terlentang,”kata Pair Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah.

Mengetahui suaminya sekarat, Maryam yang panik berteriak dan menangis seraya meminta pertolongan warga setempat, tak lama kemudian Sahrul dan Lukman pun merapat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membantu menggotong korban menuju jalan raya berjarak kurang lebih 500 meter.

Tiba dipinggir jalan, korban dinaikan ke mobil Pick up yang kebetulan lewat saat itu dan segera dibawa menuju Puskesmas Kempo.

Baca Juga  H Amar Nurmansyah Dapat Cinderamata dari Calon Juara Liga Champions Eropa

“Di tengah perjalanan nyawa korban tak tertolong, selanjutnya dibawa ke rumah orang tuanya, Syamsuddin di Dusun Baru, Desa Ta’a, Kecamatan Kempo,” ungkap Hujaifah.

Terkait musibah itu, pihak keluarga menerima dan ikhlas atas kejadian ini sebagai musibah. Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa Korban disinyalir tertekan dengan masalah yang dialaminya, termasuk memikirkan utang yang dipakainya sebagai modal menanam jagung.(SN/a)

News Feed