
LOMBOK TIMUR – Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2020 Kabupaten Lombok Timur tahap ketiga baru 58 persen yang sudah terealisasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Timur, Muhammad Khairi, SIP menyebutkan, dari 239 jumlah desa di Lombok Timur hanya sebagian yang sudah menyelesaikan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan ADD. Desa yangbsudah menyelesaikannya dapat mencairkan sisa ADD pada tri Wulan ketiga yang tersisa 20 persen.
Kendati demikian, desa yang belum melakukan pengambilan ADD yang masih tersisa 20 persen itu akan dilakukan pendampingan. Sehingga, diharapkan pada bulan Oktober hingga November 2020 seluruh desa sudah tuntas.
“Kami akan jemput bola untuk melakukan pendampingan dan bimbingan kepada desa yang belum menyelesaikan SPJ-nya,” ujar Khairi kepada wartawan.
Diakui Khairi, Dinas PMD Lombok Timur terus mendesak desa agar DD yang belum dicairkan itu tidak hangus dan menjadi Silpa ditahun berikutnya.
Tampaknya, banyak kepala desa yang pro aktif untuk menyelesaikan laporannya.
“Jika nantinya hingga batas waktu yang sudah ditentukan ternyata ada desa yang belum menyelesaikan pencairan tahap tiga, maka otomatis dana tersebut akan hangus,” bebernya.
Khairi menargetkan bahwa bulan Oktober hingga November 2020 SPJ yang dimaksudkan dapat terselesaikan untuk kemudian dapat membuat SPM. Dan diyakininya awal bulan Desember sudah tuntas semuanya.
Tapi Khairi masih sangsi jika ADD tahap ketiga itu dapat dibelanjakan sesuai kebutuhan desa. Sebab, untuk item pembelanjaan semisal masker dan Bantuan Langsung Desa (BLT) telah lebih dahulu digunakan. Bahkan mungkin saja banyak desa yang berhutang.
Terkait dengan Rapat Musrenbangdes, Khairi mengaku jika harus selesai paling lambat di bulan 25 Oktober ini.
Sehingga dapat disahkan di bulan Desember 2020 dan pada bulan Januari 2021, ADD bisa segera dicairkan. (wr-dy)











Komentar