oleh

Bupati Sukiman Minta Pemprov NTB Beri Perhatian Khusus di Semua Sektor

 

LOMBOK TIMUR – Jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur seperempat dari jumlah penduduk di NTB atau 1.3 juta jiwa lebih. Tentunya, dengan kepadatan penduduknya, Lombok Timur menjadi perhatian, terutama di sektor kesehatan. Apalagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih berada di urutan ke-9 dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Bupati Lombok Timur Drs. HM Sukiman Azmy, menyatakan bahwa Lombok Timur harus mendapatkan perhatian khusus di semua sektor. Dengan jumlah penduduk terbanyak dibanding daerah lain di NTB serta tingkat IPM yang masih stagnan berada di posisi 9, perlu adanya pembenahan dan bantuan di semua sektor. Baik itu sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial dan kemasyarakatan.

Baca Juga  2021, Ekonomi NTB Diperkirakan Lebih Baik

Untuk mengejar ketertinggalan dan menaikkan ranking maka perlu upaya besar yang terintegrasi.
Dengan upaya itu tambah Sukiman, maka menaikkan status IPM Lotim dapat diwujudkan.

Dalam acara Launching ‘Posyandu Keluarga yang Terintegrasi di Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, juga dihadiri Wakil Gubernur NTB, Drs Sitti Rohmi Djalillah dan Forkompimda, Selasa (13/10).

Baca Juga  MES NTB Gelar Silaturahim Kerja Wilayah Pertama

Sukiman menyebutkan, sebanyak 1776 Posyandu konvensional, 14 persen diantaranya merupakan posyandu keluarga terintegrasi.

“Kalau direratakan dari 1176 jumlah posyandu, berarti setiap desa memiliki antara 6-7 posyandu. Istimewanya hanya 14 persen posyandu keluarga,” kata Sukiman.

Tetapi kata Sukiman, diantara posyandu konvensional harus ada posyandu modern sebagai pembanding. Karenanya, Lotim akan meningkatkan posyandu modern 2 kali lipat di masa mendatang. Termasuk posyandu keluarga terintegrasi di masing-masing desa.

Hanya saja, Bupati Sukiman meminta ruang aula untuk menampung masyarakat yang hendak melakukan pemeriksaan kesehatan sebaiknya lebih luas dan representatif.

Baca Juga  Seriusi Pembudidayaan Lobster, NTB Bisa Cuan Rp 200 M Setahun

Sebelumnya, Bupati Sukiman mengaku merasa awam dengan istilah sebutan posyandu keluarga. Namun setelah ditelusuri ternyata manfaatnya sangat luar biasa.
” Mungkin selama saya sakit, pikiran saya cukup blank. Yang paling penting saat ini, Pemprov NTB membantu Lotim agar mencapai derajat kesehatan yang tinggi, incame per kapita yang tinggi dan angka harapan hidup yang panjang. Tidak ada lagi bayi-bayi yang meninggal akibat penyakit yang menyertainya,” tandas Sukiman. (wr-dy)

News Feed