oleh

Program BERDAYA Baznas, Bantu UKM Lombok Timur

LOMBOK TIMUR – Sebanyak 78 Usaha Kecil Mikro (UKM) memperoleh bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur.

Ke-78 pelaku UKM tersebut mendapatkan modal usaha dengan total Rp. 200 juta yang merupakan bantuan pada triwulan kedua.

Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, Ismul Bashar menyebutkan, bantuan modal usaha kepada Mustahik tersebut sebagai rangkaian program Baznas ‘BERDAYA’ (Bangkit Ekonomi Rakyat dengan Zakat).
Pada semester I, kata Ismul, Baznas telah mendistribusikan bantuan modal usaha kepada 19 UKM.

Baca Juga  Hari Ini, 32 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 dan 1 Orang Meninggal Dunia di NTB

Pelaku UKM pun, akan mendapatkan bantuan modal usaha dengan jumlah yang bervariasi mulai dari Rp. 500.000 hingga Rp. 5 juta.

Tak sembarangan UKM memperoleh bantuan. Sebab, dibutuhkan proses identifikasi dan verifikasi yang matang. Penentuan UKM yang mendapatkan bantuan dilakukan secara selektif tergantung hasil dari analisa kebutuhan modalnya.

“Usaha bakulan diberikan Rp 2,5 juta. Sedangkan usaha yang melibatkan banyak kelompok diberikan maksimal Rp 5 juta. Sememtara pengusaha mandiri diberikan modal Rp 500 ribu,” jelas Ismul Bashar.

Baca Juga  Saat Pencoblosan, Dua TPS di Lombok Tengah Rusak Diterjang Angin

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, Drs. HM. Sukiman Azmy, MM, berharap banyak kepada pelaku UKM Lombok Timur memanfaatkan bantuan modal usaha sebaik-baiknya.
Apalagi saat ini pandemi Covid-19, menyebabkan ekonomi global terpuruk.

Dia menyebutkan, ribuan UKM di Lotim masih membutuhkan bantuan modal usaha. Karena itu, Baznas diminta untuk tetap memfokuskan program tersebut secara kontinyu. Bila perlu, bantuan modal usaha itu diberikan setiap bulannya.

Baca Juga  Rp. 20 Juta, Hadiah Juara Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020

Disamping itu, adanya pendampingan dari instansi teknis berupa pelatihan suatu keharusan. Sehingga pelaku UKM dapat mengembangkan usahanya secara mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kolaborasi dengan dinas teknis sangat penting, seperti pendampingan pelatihan untuk mempertahankan kualitas produk agar tercipta pengusaha-pengusaha handal,” pinta Sukiman Azmy.

Bupati Lotim juga meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim untuk tetap memantau UKM di Lombok Timur, sehingga pemberdayaan ekonomi yang menjadi program pemerintah dapat diwujudkan. (dy)

Komentar

News Feed