oleh

Survey OMI untuk Pilkada Sumbawa: Mo-Novi Tertinggi, Nur-Salam Terendah

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5/10/2020)

Pilkada Kabupaten Sumbawa yang digelar 9 Desember 2020 mendatang diikuti sebanyak 5 pasangan calon. Yaitu HM Husni Djibril B.Sc—Dr. HM. Ikhsan M.Pd (Husni-Ikhsan), Nurdin Ranggabarani SH MH—H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH (Nur-Salam), Ir. Talifuddin M.Si—Sudirman S.IP (Talif—Sudir), Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany S.Pd., M.Pd (Mo—Novi) dan Ir. H. Syarafuddin Jarot—Ir. H. Mokhlis M.Si (Jarot—Mokhlis). Sejauh ini kelima pasangan ini dinilai setara, meski dua di antara pasangan tersebut adalah calon petahana. Sejak ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa oleh KPU Sumbawa, belum ada lembaga survey yang meliris hasil surveynya. Yang hanya polling di media sosial yang diselenggarakan oleh individu tertentu. Meski demikian, hasil itulah yang dijadikan rujukan dan pemicu semangat baik bagi tim sukses maupun pasangan calon. Di Kabupaten Sumbawa adalah lembaga survey Olat Maras Institute (OMI). Kredibilitas lembaga survey lokal tersebut sudah teruji saat Pemilihan Gubernur NTB. Hasil survey OMI sama persis dengan hasil rekapitulasi suara KPU. Selisihnya hanya 0,1 persen. Hasil OMI ini justru mengalahkan sejumlah lembaga survey nasional termasuk LSI yang saat itu selisihnya 5% dari rekapitulasi KPU. OMI kini terlibat dalam melakukan survey Pilkada Sumbawa 2020. Dan hasilnya sudah ada, namun belum dirilis membuat public penasaran. Untuk menghilangkan rasa penasaran public, samawarea.com—media online lokal yang mengglobal, mencoba mengkonfirmasi hal itu. Setelah didesak beberapa kali, akhirnya Miftahul Arzak, S.Ikom., MA selaku Ketua Pelaksana Survei Pilgub 2018 dan Pileg 2019 lalu sedikit membuka data meliris hasil survey Pilkada Sumbawa 2020. “Kami belum merilis secara resmi. Namun, sejak 4 bulan lalu kami telah melakukan survei dengan turun lapangan dan dilakukan setiap bulannya,” kata Miftah—akrab dia disapa saat dihubungi, Senin (5/10) malam ini.

Sebagai bocoran, ungkap Mifta, survei OMI Periode September 2020 menyebutkan pasangan Mo—Novi memiliki elektabilitas tertinggi dengan raihan 36,3%. Disusul Talif Sudir 24,5%. Berikutnya pasangan Husni—Iksan 11,8% selisih tipis dengan rivalnya, Jarot—Mokhlis 11,7%. Berada di urutan buncit pasangan Nur-Salam 6,3%. Masih rahasia 1,1% dan tidak menjawab 8,3%. “Kami melakukan survei dengan metode Multistage Random Sampling yang tersebar secara proporsional di tiap desa hingga TPS, dengan margin of error 2,6%, tingkat kepercayaan 95% dan mendapatkan responden sejumlah 1.200 responden. Metode yang sama ketika survei Pilgub tahun 2018 dan Pileg 2019 lalu,” jelas Mifta yang juga Rektor Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawarea (IISBUD Sarea) ini.

Baca Juga  Tim Jarot Mokhlis Laporkan Dugaan Pelanggaran Mo—Novi ke Bawaslu

Mengingat masih ada beberapa bulan lagi menuju 9 Desember 2020 apakah bisa terjadi perubahan ? Mifta menyampaikan, hasilnya bisa tetap seperti ini, jika keadaan pergerakan tiap pasangan tidak berubah, dan pasangan calon tidak memiliki peta. (SR)

Komentar

News Feed