LOMBOK TIMUR – Pemkab Lombok Timur terus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Jerowaru dan didaerah bagian selatan. Salah satunya dengan menggali potensi sumber-sumber mata air yang debitnya jauh lebih besar.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur, Makhrifatullah, ST, MT, menjelaskan, Pemda telah menemukan titik lokasi sumber mata air yang debutnya cukup besar di wilayah Tete Batu, Kecamatan Sikur. Diprediksi, jumlah debit air tersebut mencapai 50 liter/detik.
“Cipta Karya memiliki anggaran untuk memanfaatkan beberapa sumber mata air untuk menambah debit mata air tersebut. Dengan memanfaatkan ketinggian elevasi di wilayah itu, diharapkan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terakomodir,” jelas Makhrifatullah kepada wartawan, Jum’at (27/11).
Ia juga meyakini dengan memanfaatkan jaringan pipa-pipa tidur yang sebelumnya dibangun oleh BWS -NTB beberapa waktu lalu, aliran air bisa teraliri. Dimana sumber mata air di Tete Batu, Bawak Odang dan lainnya nantinya dialirkan lewat reservoir Kotaraja, kemudian ke Gunung Siu. Dari Gunung Siu ke Punik dan dialirkan ke Mendana Raya.
“Barulah dari Desa Mendana Raya dilakukan pembagian terhadap desa-desa di Kecamatan Jerowaru dari jaringan yang ada. Tinggal dilakukan peningkatan jaringan serta penggantian terhadap pipa-pipa yang mengalami kerusakan saja,” ucap Makrifatullah.
Aliran air dari wilayah Utara tambah Makhrif, hanya untuk menambah suplai air untuk bagian selatan. Sebelumnya, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sumur mata air Tutuq yang terdapat di Desa Pemongkong, Jerowaru telah dilaksanakan dan sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Diakui, hanya enam desa di Kecamatan Jerowaru sudah dapat menikmati ketersediaan air bersih secara normal. Tersisa enam desa karena pembangunan SPAM tersebut memiliki target 12 desa untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.
Pendistribusian air bersih sumur Tutuq, bukan dilihat dari debit airnya melainkan dari elevasinya.
Pembangunan SPAM mata air Tutuq Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru didasari karena terjadinya krisis air bersih di 12 desa. Saat ini kehadirannya sudah mampu mengairi 6 desa yaitu Desa Pare Mas, Pemongkong, Sekaroh, Seriwe, Kuang Rundun dan Ekas Buana berdasarkan elevasinya dan bukan dilihat dari debit.
Sementara melihat debit yang ada, SPAM Tutuq hanya mampu dialokasikan ke beberapa desa yang dekat dengan sumur Tutuq seperti Desa Pemongkong, Paremas, Sekaroh dan Seriwe. Sehingga posisi sumur mata air Tutuq hanya menambah debit pada reservoar Pemongkong yang hanya dimanfaatkan oleh empat desa tersebut. Hanya desa Batu Nampar saja tidak memungkinkan karena debit terlalu kecil dan terkendala jarak tempuhnya.
Untuk pengelolaannya SPAM ini sudah dihibahkan ke PDAM Lotim, desa-desa yang akan didistribusikan air bersih diserahkan sepenuhnya ke PDAM. PDAM kemudian mengatur alirannya berdasarkan debitnya. Dimana posisi sumur Tutuq tersebut sangat membantu PDAM untuk menambah debit yang terdapat di reservoir Desa Pemongkong.
Berdasarkan hasil DED, mata air Tutuq hanya bisa didistribusikan ke enam desa jika melihat dari elevasinya. Namun dapat dipastikan tidak ada mata air dari sumur Tutuq yang mengalir ke wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Namun dengan memperbanyak penyusunan FS-DED sehingga warga yang belum terlayani air bersih dapat teratasi. (wr-dy)








