oleh

Lotim Masih Kekurangan Tenaga Guru

LOMBOK TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur masih membutuhkan tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. Secara kuantitas, tentunya kebutuhan akan dunia pendidikan jauh lebih besar dibanding kondisi saat ini.

Di Kabupaten Lombok Timur, total jumlah guru PNS dan non PNS mencapai 17.265. Diantaranya, 5.407 guru PNS dan Non PNS sebanyak 12.218.

Tak ayal, perbandingan kebutuhan akan tenaga pendidik masih jauh berkurang.

Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Drs. H. Dewanto Hadi, MM menjelaskan, dua komponen pendidikan didaerah ini masih harus di support terutama tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. Dari hasil evaluasi tahun 2019, dua komponen itu masih harus didorong dibanding komponen lain dalam dunia pendidikan secara nasional.

Baca Juga  Suhaili: Ada Oknum “Melacur”, Sari Ketawa

“Secara nasional ada 8 item yang menjadi kebutuhan pada dunia pendidikan. Namun yang paling utama yakni Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Dua komponen ini harus didorong kuat agar terjadi keseimbangan,” jelas Dewanto Hadi.

Dan tak kalah penting lainnya, adanya dukungan sarana dan prasarana. Tenaga pendidikan ini pun di break down, salah satunya guru bidang studi, pustakawan dan laboratorium.
Kendati demikian, kekurangan guru PNS tidak harus dipenuhi. Tetapi, guru non PNS pun punya peran dan kontribusi yang besar akan kemajuan pendidikan.

Baca Juga  NTB Jadi Tuan Rumah Gernas BBI 2021

“Kalau sampai harus berpatokan pada guru PNS, maka ada ribuan rekruitmen yang harus dipersiapkan. Tentunya ini cukup sulit,” papar Dewanto Hadi.

Kecuali tambah dia, ada hal-hal pokok terkait dengan keuangan dan administrasi harus ditangani oleh PNS.
Memang fakta dilapangan, disejumlah sekolah hanya memiliki 2-3 guru PNS.
Berkaca dari kondisi demikian itu, jika ada guru mengajar kurang dari 24 jam maka akan kehilangan sertifikasi. Sebaliknya, jika lebih dari 24 jam, beban seorang guru dirasakan terlalu berat. Sehingga dibutuhkan guru baru agar beban guru bersangkutan menjadi lebih ringan.

Baca Juga  Seluruh Guru Negeri Dan Swasta Akan Mendapat Vaksin Covid-19

“Kalau bebannya berat akan berpengaruh kepada ‘end user’ anak didik menjadi tidak maksimal dalam menerima pelajaran,” tandasnya.

Mantan Kepala Bappeda Lombok Timur itu menyebutkan bahwa jumlah Sekolah Dasar (SD) mencapai 664 dan dijenjang SMP sebanyak 105.
Jika mengacu pada jumlah itu, setidaknya setiap kelompok belajar/kelas di jenjang SD harus memiliki 6 orang guru kelas. Demikian pula di jenjang SMP dengan masing-masing memiliki satu guru mata pelajaran.

Terkait kebutuhan akan tenaga guru masih kata Dewanto Hadi, menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sedangkan daerah hanya sebatas mengusulkan apa yang menjadi kebutuhan. (wr-dy)

News Feed