MATARAM – RSUD Kota Mataram menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan layanan vaksin bagi Lansia dan orang-orang yang bertugas di bidang pelayanan publik. Sejak Senin hingga Rabu (1-3/3/2021) sejumlah warga beramai-ramai mendatangi RSUD Kota Mataram untuk divaksin.
“Setelah nakes selesai, sekarang kami menyisir lansia. Ini harus dilakukan utuk mencegah lansia terpapar Covid-19,” terang Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra kepada Lombok Post, Rabu (3/3/2021).
Setelah layanan vaksinasi lansia dibuka di RSUD Kota Mataram, ada kecenderungan banyak lansia yang datang. Jumlahnya bisa mencapai puluhan per hari. Khususnya mereka yang berusia di atas 60 tahun.
Mereka mulai menyadari pentingnya vaksisnasi untuk mencegah potensi mereka terpapar Covid-19. “Maka kami tidak membatasi berapa pun jumlah lansia yang datang. Kami mulai memberikan layanan sejak pukul 08.30 Wita sampai pukul 12.00 Wita,” terang Dokter Jack, sapaannya.
Dia menjelaskan, vaksinasi bagi lansia dan nakes memiliki perbedaan. Tidak semua lansia boleh divaksin. Sehingga RSUD mencari komunitas lansia dan meyakinkan mereka untuk divaksin. Setelah beberapa orang divaksin dan hasilnya baik-baik saja, maka yang lain mengikuti dengan sendirinya.
Pantauan Lombok Post di lokasi vaksinasi RSUD Kota Mataram di Gedung Graha Mentaram, sejumlah lansia diantar keluarganya. Mereka terlihat antre mendapatkan vaksin.
“Sebenarnya sistemnya dilakukan secara online. Tapi tidak semua lansia paham sistemnya. Maka kami menyediakan layanan offline dengan persyaratan cukup membawa KTP,” ungkap Dokter Jack.
Prinsipnya, menurut pria yang juga menjabat Ketua Persi NTB itu, program vaksinasi ini harus segera tercapai sesuai target. Kalau birokrasinya ribet, maka target akan sulit tercapai. Sehingga birokrasi layanan vaksinasi ia permudah dengan cukup membawa KTP. Baru kemudian di screening.
Kusnardi, salah satu warga yang divaksin di RSUD Kota Mataram mengaku senang dengan pelayanan yang diberikan. Ia mengaku layanan di RSUD Kota Mataram tidak berbelit-belit. “Jadi memang cukup bawa KTP saja, ikuti alur seperti screening dan langsung mendapatkan layanan vaksinasi. Layanan yang mudah seperti ini yang kami butuhkan,” ucapnya.
Usai menerima vaksin, ia diminta menunggu selama 30 menit. Mengecek kondisi tubuhnya apakah terdapat gejala efek samping setelah mendapatkan vaksinasi atau tidak. “Tapi Alhamdulillah kondisi saya baik-baik saja tidak ada efek samping. Saya sehat dan segar,” kata dia menampik banyaknya informasi simpang siur mengenai dampak vaksin.
Justru, Kusnardi merasa kini lebih percaya diri setelah mendapatkan vaksinasi. Karena ia sudah melakukan upaya tahap pertama untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan virus korona. Tinggal menunggu suntikan vaksin tahap kedua, dua pekan setelah vaksinasi tahap pertama kemarin dilaksanakan.
“Masukan saya bagi pemerintah juga jangan hanya lansia yang divaksin, tetapi yang usia produktif juga perlu diutamakan,” saran pria yang menjabat sebagai Manajer Representatif PT Varindo Lombok Inti itu.
Ia sepakat jika lansia diprioritaskan terlebih dulu karena mereka rentan terpapar Korona. Namun tidak kalah penting juga untuk melindungi usia produktif mulai dari 40-60 tahun agar terhindar dari dampak buruk virus Korona.
“Karena pemikiran saya, kalau kami yang di atas 60 tahun ini, sisa usianya tidak lama menghadap Tuhan yang maha kuasa. Tetapi yang usia produktif ini, merekalah nanti yang akan membangun Kota Matram dan Indonesia,” ungkapnya.
Ini yang membuatnya merasa tidak kalah penting melindungi warga usia produktif dari Korona dengan vaksinasi. (*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com










