MATARAM – PT Gerbang NTB Emas (GNE) dengan program Mahadesa TDC (trade and distribution centre) semakin menggeliat. Direktur PT Mahadesa Lalu Rahmat Taufik Hidayat menyampaikan, hingga kini program tersebut sudah mengantongi keuntungan Rp 1,5 miliar. Itu terhitung sejak November 2020 lalu.
Sepanjang Maret tahun ini pun, tercatat omzet sudah Rp 270 juta. ”Progress-nya cukup signifikan dengan capaian keuntungan segitu,” ujarnya kepada Lombok Post.
Dijelaskan, TDC didesain sebagai pusat perdagangan semua desa dan distribusi logistik. Polanya, TDC tersebut akan dimiliki oleh BUMDes yang kemudian menjadi grosir dan menyuplai kebutuhan toko-toko kelontong. Dari 13 titik desa yang sudah memiliki TDC, sembilan diantaranya sudah memanfaatkan teknologi digital.
Kegiatan distribusi dan perdagangan dibuatkan aplikasi sebagai strategi manajemen untuk mempermudah pengelolaan. Muaranya, peluang ekosistem ekonomi baru dalam pengembangan SDM dan SDA yang dimiliki tiap desa mampu dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin. ”Untuk kesejahterakan masyarakat,” imbuhnya.
Keuntungan yang diperoleh akan dibagi dua, 70 persen masuk sebagai pemasukan tambahan bagi desa. Sedangkan sisa 30 persen masuk ke pihaknya selaku Badan Usaha Milik Daerah. Hingga kini, TDC sudah menggandeng sejumlah desa di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Dua desa baru bergabung di Lombok Timur. Menyelesaikan tahap administrasi dan akan dilaunching bulan ini. Sedangkan Lombok Utara sedang dalam tahap penjajakan begitu pun Sumbawa. Targetnya, 50 desa bergabung tahun ini.
”Capaian tersebut diharapkan menjadi contoh dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di desa,” imbuhnya.
Ia memastikan sebagian besar komoditas yang dijual merupakan serapan produk-produk UMKM. Dipasarkan menggunakan katalog offline dan digital. Terdiri dari aneka kue, bumbu masakan, saus sambal dan tomat, hingga sabun cuci piring asli buatan lokal. Seluruhnya merupakan pendukung kebutuhan pokok primer masyarakat.
”Untuk kerajinan dan semacamnya belum ada, sementara masih mengutamakan kebutuhan primer produksi lokal dulu,” jelasnya. (*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com










