oleh

Ekonomi Pesantren Terbantu Dengan Budi Dayakan Lele Bioflok

SELONG – Pesantren Darul Abidin NW Gerisak, Semanggeleng, Kecamatan Sakra Barat, Lotim melakukan panen perdana bioflok, Sabtu (20/2/2021). Sebanyak enam kolam berisi ikan lele berbagai ukuran siap dijaring setelah melewati proses budi daya selama 2 bulan 20 hari.

“Hasil panen ikan lele tidak hanya untuk dikonsumsi kami bersama para santri tapi juga akan kami jual yang hasilnya digunakan untuk membangun pesantren,“ kata Pimpinan Ponpes Darul Abidin NW Gerisak TGH Muhammad Al Azhari.

Ponpes yang santrinya kebanyakan berasal dari keluarga kurang mampu ini menjadi satu dari enam penerima bantuan sarana prasana pengembangan budi daya bioflok lele di NTB tahun 2020. Bantuan tersebut disalurkan melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok kepada empat penerima di Lombok dan dua di Pulau Sumbawa.

Baca Juga  2 Ribu Benih Lobster Diamankan Petugas

Menurut Azhari, membudidayakan lele dengan sistem bioflok memiliki tantangan tersendiri. Bibit lele cukup sensitif sehingga pihaknya di awal budi daya sempat mengalami kematian bibit ikan mencapai 500 ekor.

“Tapi kami tidak lantas putus asa karena niat kami memang ingin berhasil di program ini sesuai amanah dari pemberi bantuan,“ ucapnya.

Petugas yang ditunjuk ponpes untuk budi daya lele benar-benar dipersiapkan dengan maksimal. Mereka diikutkan dengan berbagai pelatihan yang dilaksanakan BPBL. Ponpes juga memadukan teori yang didapat dari pelatihan, teknologi serta pengalaman para pembudi daya yang telah berhasil dengan sistem bioflok.

Baca Juga  Stadium General STIT Bahana Sibawaihi Mutawalli : ' Konsep Beragama di Era Modern'

“Kuncinya ketekunan, banyak bertanya ke para pembimbing kami dan jangan ragu untuk meminta masukan,” ujar Azhari memberi tips.

Kepala BPBL Lombok Mulyanto menilai antusias dan ketekunan pihak ponpes menjadi kunci sukses membudidayakan lele dengan sistem bioflok. Para penyuluh yang diterjunkan juga ikut terpacu dengan semangat yang ditunjukkan mereka.

“Semoga bantuan yang diterima bisa terus bisa dikelola dengan baik sehingga dapat membantu ekonomi pesantren,“ ujarnya di acara panen lele.

Bantuan ini diberikan menurutnya, bertujuan memberdayakan potensi perikanan budidaya khususnya lele sehingga bisa meningkatkan kecukupan nilai gizi masyarakat. Pendapatan penerima bantuan juga diharapkan naik dan bisa menjadi sentra edukasi sehingga bisa mentrasfer ilmu dan teknologi kepada yang lain.

Baca Juga  Bupati Sukiman Minta Pemprov NTB Beri Perhatian Khusus di Semua Sektor

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi keberhasilan ponpes. Pemerintah dalam hal ini hanya bisa memberikan dukungan sementara penentu berhasil tidaknya sebuah program bergantung pada masyarakat yang menerima bantuan.

“Ponpes ini mampu membuktikan etos kerja dan semangat yang merupakan bagian dari ciri orang yang berilmu,” puji mantan Ketua DPRD Lotim itu.

Wagub berharap ke depan program yang bertujuan membangun ekonomi pesantren bisa lebih banyak dilahirkan. Keberhasilan budi daya lele bioflok ini juga bisa menjadi motivasi ponpes lain untuk melakukan hal yang sama. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

News Feed