MATARAM – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB, HM Syukur berharap setiap wartawan hendaknya selalu menerapkan pola kerja yang aman dan sehat. Karena siapa pun beresiko terjangkit covid 19.
Wartawan mesti pandai melindungi diri dengan melengkapi alat pelindung berupa masker serta selalu membawa hand sanitizer dalam menjalankan rutinitas mencari berita.
Solidaritas kerja sama sesama wartawan hendaknya semakin kuat, dengan cara saling mengingatkan satu sama lain.
“Untuk sementara ini sebaiknya wartawan tidak melakukan wawancara cegat, karena dengan berdesakan sangat beresiko serta membuka peluang bagi penyebaran virus Korona,” saran Syukur.
Dia menambahkan, setiap wartawan hendaknya mematuhi anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing.
SMSI juga berharap kepada narasumber untuk sementara tidak mengadakan jumpa pers tatap muka untuk menghindari kerumunan.
Pemimpin perusahaan Radar Mandalika ini pun mengakui jika kesehatan bukan hanya hak pejabat selaku narasumber, wartawan juga harus menjaga kesehatan dan keselamatannya.
Ia pun meminta perusahaan pers untuk tidak menugaskan wartawan meliput di zona merah tanpa dilengkapi APK dan alat keselamatan lainnya.
“Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerjanya,” pinta Syukur.
Selain itu tambahnya, setiap perusahaan pers wajib menyediakan sanitizer dan memiliki standar kebersihan di kantor masing-masing. (wr-dy)











Komentar