oleh

Terkait Penganiayaan Wartawan, Kepala Satpol PP Lotim Minta Maaf

LOMBOK TIMUR – Penganiayaan terhadap wartawan Inside Lombok, Deni Zarwandi oleh oknum Satpol PP, mendapat respon Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur, Sudirman.

Bahkan Sudirman menyampaikan permohonan maaf atas sikap arogansi bawahannya terhadap wartawan.

Pihaknya akan melakukan pembinaan dan evaluasi kepada semua personel dan jajarannya secara umum agar mengedepankan sikap humanis saat bertugas, terlebih jika bertugas di kantor Bupati.

Baca Juga  TNI Polri di Sumbawa Barat Siap Kawal Proses Vaksinasi

“Saya atas nama lembaga memohon maaf atas apa yang terjadi kepada teman-teman wartawan. Kami akan berikan pembinaan kepada semua anggota. Apalagi di Kantor Bupati itu ibarat Mabes bagi kita. Tidak boleh ada aparat yang bertindak arogan apalagi memiliki sikap temperamen, tinggi,” tegas Sudirman.

Baik oknum Satpol PP Lotim Syafruddin maupun Deni Zarwandi dipertemukan untuk mengklarifikasi peristiwa yang dialami. Meskipun keduanya sudah saling memaafkan.

Baca Juga  Rp. 20 Juta, Hadiah Juara Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020

Sementara itu, oknum pelaku anggota Satpol-PP Lotim Syafruddin yang melakukan penganiayaan menyatakan jika prilaku korban saat itu dianggapnya sebagai bentuk tantangan pada dirinya selaku aparat.

“Saya terpancing karena saya dianggap ditantang,” kata dia singkat di depan kepala satuannya, Sudirman.

Dia juga mengatakan jika tindakan penganiayaannya itu dianggapnya sebagai bentuk reaksinya ketika saat bertugas.

“Itu bentuk reaksi saya sebagai aparat,” sambung dia lagi.

Baca Juga  PKB-PPP Tepis Isu Kadernya Membelot di Loteng

Saksi mata yang juga rekan liputan Deni Zarwansi saat itu, Supardi yang juga wartawan Gerbangindonesia.co.id menuturkan, jika ia sempat memisahkan pelaku dan korban saat terjadi penganiayaan. Tapi pelaku masih mengejar korban, untuk melakukan tindakan penganiayaan kembali pada korban.

“Saya sempat pisahkan, tapi malahan dia terus mengejar Deni, saya juga sempat didorong oleh pelaku,” kata Supardi menuturkan peristiwa itu. (wr-sid)

News Feed