oleh

AMNT Akan Bangun Pariwisata Kedepan, Lebih Utamakan Kwalitas Daripada Kwantitas

Sumbawa Barat, –  Perusahaan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara  (PT AMNT)  nampaknya akan lebih fokus dalam pengembangan sektor Pariwisata dalam upaya menjalankan program CSR nya kedepan.

Hal ini kembali ditegaskan Head of  Social Impact PT AMNT, H Yudha Jayadikarta, ditegaskannya pasca pandemi Covid-19 pariwisata akan berubah secara fundamental, lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat KSB khususnya di sekitar lingkar tambang, di samping itu mempercepat proses pemulihan ekonomi dengan memprioritaskan pemberdayaan masyakarat di bidang pendidikan vokasi, karena ini berkaitan dengan masa depan generasi muda KSB.

Lanjut Yudha, hal ini seiring dengan kebijakan Menparekraf yakni dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM mengedepankan tiga aspek. Yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Di masa depan inovasi dikatakannya, merupakan cara untuk beradaptasi diperkuat dengan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kemudian Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menurut Yudha, memberikan kesempatan kepada daerah KSB untuk berbenah, mulai dari infrastruktur dasar, mempersiapkan segala detail produk Pariwisata di industri kuliner, fashion, dan banyak lagi produk pariwisata lainnya yang bisa disiapkan.

Baca Juga  Spesialis Pencuri Ternak Sapi di Bima dan Kota Bima Ditangkap

“ Saya optimis dapat mempercepat pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di KSB. Urat pesimis saya ini sudah putus, saya optimis sekali dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di KSB lewat kerja sama semua pihak. Dan seiring dengan itu kami punya harapan untuk terus memotivasi masyarakat agar tetap disiplin dan kita pastikan bahwa kita bisa memutus mata rantai dari Covid -19  dan komunikasi publik ini sangat penting,” tegas Yudha Jayadikarta.

Lalu bagaimana pandangan DPRD Sumbawa Barat terkait rencana aksi CSR PT AMNT kedepan, Wakil Ketua DPRD KSB Abidin Nasar,SP.MP seperti dilansir Media Online Samawa Rea media group Siberindo mengatakan, sejauh ini belum bisa menilai konstribusi PT AMNT.

Baca Juga  Dari Gedung Putih Hingga Palopo, Finisnya di Taliwang

Sebab menurutnya PT AMNT baru mensosialisasikan rencana kerjanya Tahun 2021 dalam penerapan CSR kepada masyarakat dalam sosialisasi yang dilaksanakan November 2020, Abidin mengatakan PT AMNT akan lebih focus pada pengembangan pariwisata di Sumbawa Barat.

“Kami pimpinan pernah diundang pada Bulan November 2020 oleh manajemen PT AMNT mensosialisasikan rencara pengembangan pariwisata yang sudah dikaji mendalam, baik dalam pengembangan ekonomi lokalnya dan peningkatan kapsitas masyarakat. Ini akan dilaksakan pada tahun 2021 ini sehingga saya tidak bisa menilai saat ini karena masih Bulan Januari dan masih ada 11 bulan lagi pihak perusahaan membuktikan semua janji-janjinya,”ujar Abidin Nasar.

Lanjut Politisi asal Sekongkang ini, dirinya tak menampik adanya masyarakat yang membanding-bandingkan antara PT Newmont dengan PT AMNT. Dua perusahaan itu dikatakannya memiliki manajemen berbeda, demikian dengan pola penerapan CSR-nya, apalagi dengan mekanisme yang baru tentu perlu ada penyesuaian di tengah masyarakat.

Baca Juga  Bukan Perpres Publisher Right, Tetapi Tata Ulang Pers Indonesia Dengan Perpu

Dan masyarakat saat ini lanjutnya, masih terhegemoni dengan pola PTNNT dalam memberikan CSR yang setelah memberikan bantuan langsung selesai tanpa harus melihat keberlanjutannya. Sementara AMNT polanya berbeda, memberikan bantuan sambil membimbing penerima sampai bisa mandiri. Salah satu contoh, bantuan budidaya udang vaname di Dusun Anyar dan pembinaan Pokdarwis di Pantai Jelenga yang terus dikawal sampai mereka bisa berdiri sendiri.

“Baru-baru ini juga saya dengar PT AMNT berangkatkan anak anak lulusan SMK untuk diberikan pelatihan selama setahun ke luar daerah. Ini merupakan pola baru, sehingga tidak heran kalau masyarakat belum merasakan dampaknya saat ini,” ujarnya.

Kemudian terkait dengan bantuan PT AMNT kepada Pemda KSB sebesar Rp 5 Milyar, Abidin Nasar menyarankan untuk dimasukkan dalam APBD agar dapat dipertanggung-jawabkan. Anggaran itu dapat dialokasikan untuk pengembangan sumberdaya manusia atau pengembangan ekonomi kreatif. Dinas terkait tinggal mengeksekusi bersama perusahaan.(K1)

News Feed