oleh

Direktir Gema MSL Mengatakan : Menciptakan Generasi Keren yang Cakap Digital dan Berkarakter, ini solusinya.!!!

LOMBOK TIMUR – Pada era digital, menurit Direktur Gema MSL, Syamsuddin menyatakan bahwa “memanfaatkan teknologi secara tepat dapat menjadi dasar utama dalam pembentukan karakter. Karena tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tidak hanya hal positif saja yang beredar di era digital, tak jarang banyak pula hal negatif yang beredar didalamnya seperti penyebaran berita hoax, propaganda kebencian,  serta radikalisme yang telah massif di media sosial.” Ungkapnya, Kamis (28/3/2024).

Bung Syam nama akrab Direktur Gerakan Muda Milenial Muhammad Syamsul Luthfi (Gema MSL) melanjutkan Agar karakter generasi muda tidak salah kaprah dan terkontaminasi dengan hal negatif, dibutuhkan peran aktif dari semua pihak sebagai pangkalnya.

Lanjut Dia mengatakan Pembelajaran di Era digital harus dapat mengarahkan generasi muda ke arah yang benar.

Baca Juga  Kades Tampak Siring Positif Korona

“Sebaiknya kuatkan karakter anak muda Milenial agar tidak mudah terjerumus dalam provokasi  dan ujar kebencian, Ingat ya, pelaku yang suka menyebarkan hoax di dunia maya sangatlah banyak.” Ucapnya.

Pembekalan berupa pengetahuan merupakan sesuatu yang harus ditanamkan dalam diri generasi muda sejak dini agar mampu menghasilkan generasi yang berkepribaian baik. Nantinya akan menjadi cerminan karakter bangsa dimata dunia.

“Generasi muda, jika dibiarkan akan menjadi seperti ilalang. Dapat pula didefinisikan mpama sebilah pisau tajam tanpa adanya karat ditepinya yang artinya Ilalang dan pisau ini akan menghasilkan sesuatu yang benar jika yang menggunakan juga benar. Tapi akan menjadi malapetaka jika salah mendapatkan pendidikan karakter.” Jelasnya.

Syamsuddin juga menyampaikan dengan Pembentukan karakter di era digital yang canggih adalah tantangan terberat bagi kita semua. Tapi jangan khawatir, mulai lah memberikan contoh dari diri sendiri agar dapat dicontoh lan ditiru generasi muda. Jika menginginkan karakter yang cakap teknologi, maka sebaiknya upgrade segala kualitas baik bagi generasi muda.

Baca Juga  Tahun 2021, Bantuan Sosial Alami Penurunan

Selain itu, Bung Syam menyampaikan bahwa keberadaan Generasi milenial yang berkarakter baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, Tidak hanya kualitas hardskill tapi juga softskill, maka dimasa mendatang akan berkontribusi untuk Darrah kita tercinta khusunya Lombok Timur yang lebih baik.

Poin utama dari generasi yang berkarakter adalah bagaimana ia melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya sendiri, antar sesama atau lingkungan, terhadap bangsa dan negaranya. Pada dasarnya pendidikan karakter tidak hanya didapat dari pendidikan formal disekolah, namun sudah semestinya orang tua juga mengambil andil dalam mendidik akhlak dan moral dalam membangun karakter anak.

Logo Gerakan Muda Milenial Muhammad Syamsul Luthfi

Sudah waktunya semua pihak menyadari dan mengambil tindakan, Pendidik, orang tua, dan semua elemen masyarakat mengubah mindset bahwa tolak ukur suatu keberhasilan tidak hanya menjurus pada prestasi angka-angka. Bahkan lebih dari itu, sesekali apreasi anak yang tumbuh dengan akhlak yang baik, menjunjung tinggi kejujuran, memiliki rasa tanggung jawab, kedisiplinan dan sebagainya, oleh karena itu kita harus konsen dan memiliki komitmen yang kiat dalam perjuangkan kegalauan dan kebingungan Generasi Milenial di era Digitalisasi bersama HM. Syamsul Luthfi Untuk Lombok Timur Lebih Baik.” Tutup Direktur Gema MSL saat di konfirmasi Awak Media di ruang kerjanya. (Red/LN).

News Feed