DOMPU – Pekerjaan pemasangan pipa proyek air bersih yang melintasi wilayah Desa O’o di Kabupaten Dompu Senin, 26/10 kemarin dihadang warga. Pasalnya, warga tidak menghendaki proyek tersebut akan mengakibatkan matinya sumber air bagi pemenuhan kebutuhan warga setempat baik buat air minum maupun irigasi pertanian.
Warga yang didominasi kaum Hawa ini langsung menguasai alat berat yang hendak digunakan untuk penanaman pipa. Untungnya anggota TNI personil Kodim 1614 Dompu yang dipercayakan untuk menyelesaikan proyek tersebut langsung menarik alat berat keluar dari lokasi proyek, kendati sebelumnya sempat terjadi aksi saling dorong antara ibu – ibu itu dengan personil TNI. “Kami menolak proyek ini dan jangan pernah pasang pipa di Desa kami”, teriak seluruh kaum ibu yang memenuhi kendaran alat berat tersebut.
Aksi penolakan terhadap pekerjaan proyek air bersih ini adalah yang kesekian kalinya dilakukan oleh warga Desa O’O. Karenanya, Dinas Pemukiman dan Tata Kota mengalihkan pekerjaan proyek bernilai belasan milyar rupiah ini ke Kodim 1614 Dompu agar pekerjaan proyek dapat berjalan sesuai harapan. Kennyataannya hingga hari ini, kendati sebelumnya sudah ada komunikasi antara tokoh – tokoh masyarakat setempat dengan pihak pelaksana proyek bahwa, pemasangan jaringan pipa air bersih ini akan mengedepankan kepentingan air bersih bagi warga Desa O’O bahkan dibebaskan dari beaya. Namun, sebagian besar warga Desa masih tetap menolak pekerjaan proyek dimaksud.
Wawan Wiranto, Kepala Desa O’O yang berupaya memberikan keyakinan kepada warga agar mengijinkan pekerjaan proyek air bersih dilanjutkan, justru dibantah oleh Joni Friyanto, S.Pdi Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD). “Kami BPD menolak pemasangan pipa ini,” tegas Ketua BPD Desa O’O.
Setelah personil TNI bersama alat berat keluar dari lokasi pekerjaan proyek, seluruh ibu – ibu pun langsung berbubaran dan kembali ke rumah mereka masing – masing. (Yi)










