oleh

Destinasi Wisata Gua Tangsi Peninggalan Jepang

LOMBOK TIMUR – Pengembangan obyek wisata di wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur, tengah difokuskan oleh pemerintah daerah. Salah satunya, keberadaan gua-gua yang terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Pemerintah desa setempat berupaya memaksimalkan potensi keberadaan gua-gua tersebut selain obyek wisata pantai dan lautnya.

Gua Tangsi yang letaknya tidak jauh dari bibir pantai ‘Pink’ — pantai yang terkenal karena akan keindahan warnanya itu, kini pengelolaannya akan diserahkan kepada Desa Sekaroh. Namun, karena keberadaannya masih dikawasan hutan lindung, pemdes masih harus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan RI.

Kepala Desa Sekaroh, Mansyur mengakui bahwa gua-gua peninggalan tentara Jepang tersebut akan difungsikan untuk menarik wisatawan. Selain lokasinya sangat strategis karena masih satu lokasi dengan Pantai Pink, juga karena memiliki nilai histori untuk kepentingan edukasi. Jarak kedua gua itu cukup berdekatan.
Selain Gua Tangsi terdapat pula Meriam yang juga bekas peninggalan tentara Jepang. Letaknya di Dusun Tanjung Ringgit dan sangat cocok untuk dijadikan obyek wisata,” jelas Mansyur.

Baca Juga  Pakar : KTP Sakti Ganjar-Mahfud Solusi Cegah Bansos Salah Sasaran

Kedalaman terowongan gua Tangsi memiliki panjang 50 meter hingga tembus ke bukit yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Menurut Mansyur, gua-gua itu dijadikan benteng pertahanan sekaligus persembunyian oleh tentara Jepang saat menduduki wilayah selatan Lombok Timur. “Pantai Pink ini dulu bernama pantai Tangsi. Karena pasir berwarna pink, lalu disebut pantai Pink hingga sekarang,” papar Mansyur.

Selain Gua Tangsi, terdapat pula ‘Gua Raksasa’ yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai lokasi persinggahan para raja-raja pada beberapa abad silam.

Baca Juga  Pembangunan Sirkuit MotoGP Datangkan 1000 Barokah Bagi Masyarakat Loteng

Menurut penuturan tetua-tetua adat setempat, tutur Mansyur, Dusun Tanjung Ringgit dijadikan lokasi bersandarnya kapal-kapal para kerajaan. Namun Mansyur tidak mengetahui kerajaan dimaksud.
Kendati demikian, pemdes akan berupaya menghidupkan kembali gua-gua tersebut untuk dijadikan lokasi obyek wisata.

Dalam penataan nantinya, imbuh Mansyur, pemdes Sekaroh bersama masyarakat setempat selaku pengelola akan merenovasi dan menata kembali gua-gua tersebut. Tujuannya untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara. (wr-dy)

Komentar

News Feed