oleh

Ini Kata Gapensi Lobar, Longsor Proyek Penataan Senggigi

GIRI MENANG – Ambruknya tiga proyek penataan kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar) diduga karena fondasi bangunan tak mampu menopang beban. Selain itu, urugan di bawah trotoar juga kurang padat.

“Ini kondisi lapangan. Pasangan batu yang jadi fondasi tidak mampu menopang beban,” kata Ketua Gapensi Lobar H Salman pada Lombok Post, Kamis (25/2/2021).

Karena itu, dia menyarankan agar segera dilakukan penguatan fondasi. Sehingga, longsor tak semakin meluas. “Pasangan batu secara sporadis,” sarannya.

Penguatan fondasi ini khususnya pada area tebing kiri dan kanan jalan. Terutama yang berhadapan dengan laut. Khususnya yang ada bangunan trotoar dan lainnya. “Penguatan harus dilakukan mulai dari kawasan Makam Batulayar ke arah Senggigi,” jelasnya.

Baca Juga  TPN: Ganjar-Mahfud Sudah Punya Strategi Berantas Mafia Tanah

Ia mengurai, kondisi tanah urug di bawah trotoar tidak berair. Sehingga kemungkinan besar bukan karena rembesan air hujan di bawah permukaan jalan. Tetapi karena dudukan fondasi talud di atas permukaan tanah yang labil dan miring. Ditambah lagi, proyek ini dikerjakan dengan fondasi bukan dari dasar tebing. “Ini yang mengakibatkan terjadinya longsor,” tuturnya.

Ia menyarankan Pemkab Lobar melakukan perbaikan saluran pinggir jalan. Tujuannya, menghindari genangan di bahu jalan.

Menurutnya, Dinas Pariwisata Lombok Barat dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Lombok Barat sekarang ini harus berpikir ekstra. Khususnya menjaga bangunan yang baru selesai dikerjakan tahun 2020 itu agar tidak ada yang longsor lagi. Apalagi masih dalam masa pemeliharaan pihak kontraktor. “Jangan sampai bertambah lagi titik yang rusak,” imbuhnya.

Baca Juga  Kelar Halal Expo 2021, Peserta Indonesia Catatkan Transaksi Menjanjikan

Sekarang ini semua paket tersebut sudah ditangani pihak Kepolisian. Karena itu, ia menyarankan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) segera memerintahkan kontraktor melakukan perbaikan. Termasuk berkoordinasi dengan Balai Jalan dan Konsultan Perencana serta pihak terkait lainnya.

“Gapensi Lobar menyarankan pihak kontraktor berkoordinasi dengan pihak BPBD dan BMKG,” terangnya.

Tujuannya untuk mendapatkan rekomendasi, apakah longsor ini dapat dikategorikan dalam bencana alam atau tidak. Sebab, longsornya kebetulan terjadi pada musim hujan. “Kontraktor jangan hanya mengandalkan dinas dan PPK saja untuk mencari solusi. Mereka harus melangkah sendiri juga,” pesan Salman.

Dikatakan, Gapensi Lobar siap membantu Pemkab Lobar kalau memang dibutuhkan. Anggota Gapensi Lobar punya alat berat dan armada yang bisa digunakan. “Meskipun terus terang anggota Gapensi Lobar sangat kecewa karena semua kontraktor kelima paket penataan kawasan Senggigi ini, tidak satu pun dari anggota Gapensi Lobar,” keluhnya.

Baca Juga  Subhanallah, Banjir dan Longsor Terjadi di Lombok

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Senggigi Suhermanto mengatakan, longsor itu kesalahan perencana dan konsultannya. Justru Pemkab Lobar yang dirugikan karena tidak menghitung kekuatan bangunannya. “Untung robohnya sekarang, jadi ketahuan kekuatan bangunannya. Harus segera diganti,” jelasnya.

Ia meminta sebelum memakan korban, semua proyek harus dibongkar karena sangat berbahaya. Terutama di depan Makam Batulayar yang langsung di bawahnya ada banyak rumah nelayan. “Ini harus segera di bongkar sebelum ambruk juga,” tambahnya. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

News Feed