LOMBOK TIMUR, CNN- Dampak dari pandemi Corona Virus Deseas (Covid-19) menghentikan hampir seluruh kegiatan pariwisata dunia bahkan Indonesia. Begitupula kegiatan pemasaran dan promosi destinasi wisata di masa pandemi, tentunya sangat berbeda dengan masa sebelum adanya pandemi.
Di masa pandemi ini, pemasaran lebih berorientasi pada promosi dengan memanfaatkan sarana dan prasarana digital untuk menghindari tatap muka secara langsung untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Hal tersebut merupakan cara ampuh untuk mengeksplorasi destinasi di masa pandemi.
Demikian disampaikan, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Timur(Lotim) Muhir, S.Pd didepan awak media pada, (23/9/2020).
Dikatakan Muhir, saat ini pihaknya sedang menggelar salah satunya even promosi pariwisata berbasis literasi yang dimotori oleh Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Forum Jurnalis Lombok Timur(FJLT).
“Dalam even tersebut masing masing wartawan akan menulis berita terkait destinasi wisata dan mengeksplorasi semua potensi yang ada di Bumi Selaparang dan diikuti oleh semua insan pers baik media online, cetak dan TV, paparnya.
Menurut Muhir, berbagai cara ditempuh untuk meningkatkan pemasaran dan memancing geliat pariwisata ditengah pandemi, salah satunya dengan memanfaatkan segala sumberdaya yang ada saat ini. Termasuk, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata(KKN) ataupun yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan(PKL) pada instansinya seperti Universitas Islam Negeri(UIN) Mataram, Universitas Mataram(UNRAM) SSTP, dan lain sebagainya.
“Kita tugaskan para mahasiswa tersebut untuk berkunjung ke destinasi wisata setempat kemudian di eksplore di akun media sosial masing masing seperti FB, Instagram, dan media sosial lainnya sebagai ajang promosi kita,” jelas mantan Kabid Dikdas tersebut.
Selain itu, Untuk generasi milenial pihaknya akan menggelar even broadcasting video destinasi wisata terbaik berbasis digital yang akan digelar pada bulan oktober mendatang.
Lebih jauh disampaikan, terkait dengan pengunjung destinasi, Muhir menghimbau untuk tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dan Standar Operation Prosedur(SOP) yang berlaku.
“Mengeksplorasi berbagai destinasi di masa pandemi, semata mata untuk mendorong geliat wisatawan. Persoalan pengunjung ramai atau tidak, seperti hukum dagang asal sudah kita pasarkan tentunya kembali pada pembeli itu sendiri,” tutupnya.
Reporter: Jhon
Publisher: Editor











Komentar