LOMBOK TIMUR – Malam anugerah Sayembara Karya Jurnalistik Kepariwisataan 2020 Kabupaten Lombok Timur dihelat disalah satu cafe di kawasan kota Selong, Lombok Timur, Jum’at (23/10).
Forkompimda Lombok Timur turut hadir seperti Kejari Lotim, Dandim 1615/Lotim, Kapolres Lotim serta pejabat daerah lainnya untuk menyaksikan acara yang gelar kali pertama di Gumi Selaparang ini.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, DR. Mugni, SPd, MPd, mengatakan, ada 5 komponen untuk mengembangkan sektor pariwisata. Diantaranya, pertama, komitmen pemerintah.
Pemerintah berkepentingan untuk mengembangkan sektor pariwisata untuk kemajuan daerah. Kedua, masyarakat harus memiliki kesadaran. Sehingga pengembangan pariwisata memiliki arti tersendiri untuk kemajuan daerah.
Kalangan akademisi pun memiliki peran strategis. Penelitian untuk kembangkan pariwisata menjadi hal mutlak untuk meningkatkan pariwisata daerah itu sendiri.
Selanjutnya, komitmen investor untuk menanamkan investasinya.
Tak kalah pentingnya, peran media massa/insan pers.
“Media massa harus memberitakan hal yang baik demi kemajuan sektor pariwisata. Hendaknya tidak mengedepankan pemberitaan kriminal yang bisa membuat wisatawan mengurungkan niatnya untuk berwisata ke Kabupaten Lombok Timur,” beber Mugni.
Masih kata Mugni, agar pariwisata dapat berkembang menjadi lebih baik harus memperhatikan beberapa hal. Diantaranya, melesatarikan alam, mengembangkan budayanya dan memperhatikan agama yang berbudaya.
“Pariwisata dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja dan mendatangkan kesejahtraan bagi masyarakatnya,” jelas Mugni.
Sementara itu, Sekda Lotim, Drs. HM. Juaini Taopik, MAp mengingatkan betapa pentingnya promosi pariwisata daerah didunia luar.
Dalam kesempatan itu, Sekda Lotim yang juga ketua Dewan Pembina dan Penasehat SMSI Lotim itu mengaku terinspirasi dengan sikap dan budaya orang Papua, tanpa rasa malu mengunyah ‘kapur sirih’ yang menjadi kebiasaannya.
“Saya disapa oleh orang Papua itu, dan menanyakan apakah Lombok itu letaknya di Pulau Sumatera?,” ungkap Juaini Taopik meniru percakapan orang Papua tersebut.
Ternyata, kata Sekda, Lombok sepertinya kurang dikenal. Karenanya, promosi daerah termasuk sektor pariwisatanya cukup penting dipublikasikan melalui media massa.
Dikesempatan itu, penganugerahan sayembara karya Jurnalistik Kepariwisataan 2020 dibagi dalam lima kategori. Diantaranya, Kategori media cetak, Media on line, Televisi dan radio.
Untuk media cetak, penghargaan diberikan kepada Syaiful Hakkul Yakin (Wartarinjani), Rifai (Radar Mandalika) dan Yon Ariadi (Suara NTB).
Kategori Media On Line diraih Suhaidi (wartarinjani.net/siberindo.co), Denny (Insidelombok.com), L. Ramli N (satunusa.com) dan Ahmad Yani (Opsintb.com).
Kategori televisi : Nanang (TVRI), Muhtadun (Indosiar), Suyud Saputrabakti (selaparangtv).
Sedangkan kategori radio diraih Radio Kancanta (Kris) dan Yunia Herawati (RRI). (wr-dy)










