oleh

Dampak dari Resesi ada Tiga dan Bagaimana Mengatasinya, Ini Dia Solusinya

Resesi Ekonomi menjadi salah satu poin pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 22 September 2020.

JAKARTA, LiputanNTB – Ia membeberkan bahwa perekonomian Indonesia kemungkinan akan mengalami kontraksi  minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen di kuartal III-2020.

Pertumbuhan ekonomi Indonesja secara komulatif di akhir 2020 akan berada pada kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Lantas, apa dampak Resesi Ekonomi?

1. Pengangguran Bertambah

Aktivitas ekonomi akan drop dan proses produksi barang maupun jasa juga turun. Imbasnya adalah pengangguran bertambah.

2. Usaha Tersendat

Resesi ekonomi akan membuat jumlah permintaan terhadap barang dan jasa menurun. Akibatnya roda usaha ikut tersendat ngadat.

3. Sirkulasi Keuangan Makin Tak Stabil

Aktivitas ekonomi yang lesu akan berdampak pada sirkulasi keuangan rumah tangga berubah. Akibatnya bisa terjadi kredit macet dan sebagainya.

Apa yang harus dilakukan?

1. Jangan berhenti bekerja dan berkarya

Sebisa mungkin roda usaha tetap dijalankan dengan manajemen yang efektif dan efisien. Kalau anda karyawan, tingkatkan kinerja.

2. Jangan boros dan usahakan punya cadangan darurat

Menahan bahkan menghentikan belanja yang tidak perlu. Sebaliknya tambahlah dana cadangan darurat. Itu adalah perilaku bijaksana dalam kondisi sulit seperti ini.

3. Inovasi dan perkuat relasi

Memperkuat soliditas dan kebersamaan adalah cara ampuh dalam menghadapi kesulitan. Ada baiknya anda memperkuat jaringan dan relasi sehingga bisa saling mengisi. (**LN/Red)

Baca Juga  Pendaftaran Calon Anggota Dewan Pers Periode 2022-2025 Pers Dibuka

Komentar

News Feed