oleh

Pelabuhan Kayangan-Pototano Mulai Gunakan Kartu Elektronik

Penyeberangan menggunakan transportasi laut (Kapal Ferry) khususnya di Pelabuhan Poto Tano – Kayangan resmi memberlakukan pembayaran menggunakan sisten non-tunai atau kartu elektronik mulai Senin (21/6).

Untuk mendapatkan kartu elektronik dimaksud sangat mudah, Pasalnya sudah tersebar di sejumlah bank-bank dan sejumlah gerai/toko modern.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu. Muh. Faozal Senin menjelaskan, dengan diberlakukannya siostem pembayaran no tunai (cashless) ini salah satunya bertujuan untuk mencegah kontak langsung ditengah wabah Covid-19.

Baca Juga  Maju sebagai Caleg, akan Menginisiasi Raperda Khusus bagi Pertanian di Lahan Tadah Hujan

“Ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kontak langsung antara masyarakat dan petugas pelabuhan,” jelas Faozal.

Selain itu, dijelaskan Faozal, pembayaran menggunakan kartu elektronik ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. Transaksi pembayaran juga menjadi mudah, praktis, terhindar dari uang palsu.

Baca Juga  Dahlan Iskan 'Tantang' Gubernur NTB Bangun Jembatan Lombok-Sumbawa

Proses transaksi di tollgate dijelaskan juga menjadi lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antre di pelabuhan. Penerapan pembayaran non tunai menggunakan kartu elektronik ini juga mengacu dengan aturan Kementerian Perhubungan PM No.19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik, yang akan diterapkan bertahap di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh PT ASDP Ferry Indonesia (Persero).

Baca Juga  Lomba Kampung Sehat Jilid II Nurut Tatanan Baru Di Launching Hari Ini

Selain itu, penerapan cashless ini juga mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai serta akselerasi transformasi digital yang dicanangkan Pemerintah dimana salah satu instruksi Presiden Joko Widodo agar mempercepat revolusi layanan publik berbasis digital. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. (dis)

News Feed