oleh

Rumah, Kantor dan Sekolah di Lembar Rusak Akibat Banjir Bandang

GIRI MENANG — Tanggul sungai di Dusun Tibu, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar jebol dihantam Banjir bandang. Peristiwa ini terjadi Jumat (19/2/2021) dan Banjir masih mengepung dua dusun, Tibu dan Songkang, desa setempat hingga Minggu (21/2/2021).

Banjir ini pernah menerjang dua dusun ini juga. Persis seperti tahun 2017 lalu,” kata Kepala Desa Labuan Tereng Humaidi Udia, Sabtu (20/2/2021).

Humaidi mengatakan, terjangan air masuk ke permukiman warga di Dusun Songkang. Ketinggian air bervariasi dari 1,5 meter hingga dua meter. “Depan Kantor Desa Labuan Tereng juga airnya cukup tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga  Perum DAMRI Mulai Layani Trayek Kayangan - KEK Mandalika

Akibat kejadian ini, dua rumah warga rusak berat. Sementara delapan rumah di sempadan sungai berstatus bahaya. Karena tanah pondasi rumah tersebut tergerus air. “Selain itu, ada empat kantor instansi pemerintah yang ada di wilayah ini rusak. Termasuk sekolah dan puskesmas pembantu,” terangnya.

Humaidi berharap, tanggul yang jebol segera diperbaiki. Jika tidak, Banjir yang lebih besar berpotensi terjadi. “Sejak jebol tahun 2017 lalu, belum pernah diperbaiki. Makanya kami masyarakat di sini sangat berharap pemerintah memperbaikinya,” harapnya.

Baca Juga  Warga Ancam Blokir Ruas Tanak Awu-Pengembur

Terpisah, Anggota DPRD Lobar Dapil Lembar-Sekotong Abubakar Abdullah mengatakan, tanggul di Dusun Tibu itu memang harus segera dibenahi. “Ini tidak boleh ditunda. Kalau tidak segera ditangani, rumah warga sekitar bisa ambles dan terjadi longsor karena terkikis terjangan banjir,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada semua yang memiliki kewenangan, baik Pemkab Lobar, Pemprov NTB, maupun BWS untuk turun melihat kondisi bekas Banjir di tempat tersebut. “Ini harus betul-betul serius ditangani,” terangnya.

Baca Juga  DEDIKASI: Brigjen Antoninho, dari Pulau Timor Sampai Cianjur

Sementara itu, hujan deras masih berlangsung hingga Minggu (21/2/2021) dini hari. Salah seorang warga Badri yang dihubungi Koran mengatakan, semua warga dalam kondisi cemas. Mereka tak berani tidur. “Masyarakat sudah mulai panik dan tidak berani menempati rumahnya,” tutur Badri. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

News Feed