oleh

Harga Kebutuhan Pokok di Lotim Stabil dan Fluktuatif

LOMBOK TIMUR – Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional pada bulan Ramadhan ini cenderung stabil meski harganya masih fluktuatif.

Hanya komoditi cabai yang masih tinggi walau sebelumnya sempat menyentuh harga Rp. 125.000 per kilo gram.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur Hj. Masnan, S.Pd menyatakan, fluktuatifnya harga sejumlah komoditi bahan pokok ditingkat pedagang tidak siginifikan.
Namun, kisaran harga yang sudah ditetapkan pemerintah pun masih dirasakan stabil.

Menurut Hj. Masnan, komoditi cabai saat ini dipasaran berkisar antara Rp. 75.000 -Rp. 110.000 per kg.
Menurunnya harga cabai lebih disebabkan pedagang menawarkan cabai hijau. Sebab, petani cabai lebih memilih panen lebih awal karena kondisi iklim yang tidak bersahabat.

Baca Juga  Pariwisata NTB Masih Lesu

“Banyak petani yang mengeluhkan kondisi iklim yang mengakibatkan tanaman cabai mereka rusak atau mati. Itu sebabnya, mereka panen lebih cepat walau buah cabainya berwarna hijau. Ini salah satu faktor yang mempengaruhi harga cabai turun,” terang Hj. Masnan kepada wartawan, Selasa (20/4).

Selain itu, banyak pula pedagang yang menjual cabai kering. Alasannya, petani terpaksa menjualnya lantaran harganya menggiurkan. Sebelumnya, cabai dikeringkan lantaran harganya sempay anjlok pada musim panen sebelumnya.

Baca Juga  Semua Polisi di NTB Sudah Divaksin Minggu Ini

Disamping itu, kebutuhan pokok lainnya tidak banyak mengalami perubahan harga.
Seperti daging berkisar antara Rp. 120.000- Rp. 125.000 per kg. Demikian pula telur Rp. 1600/ butir. Komoditas kedelai tidak jauh dari harga sebelumnya yakni berkisar Rp.11.000-12.000/kg. Bawang putih per kg mencapai Rp. 13.000 – Rp. 14.000 dan bawang merah Rp. 29.000/kg.

Baca Juga  Jokowi Diminta Menyetop Politisasi Bansos

Mengantisipasi lonjakan harga kedepannya apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Dinas Perdagangan Lombok Timur mengambil langkah strategis. Seperti melakukan operasi pasar, menggelar BAZAR di sejumlah titik keramaian di semua kecamatan di Lotim.

“Kita akan lihat stok kebutuhan bahan pangan nantinya apakah penawaran dan permintaan sebanding. Kalau ternyata penawaran memadai dengan permintaan tentunya stabil. Kalau terjadi kenaikan kita lakukan operasi pasar dan menyiapkan Bazar berkolaborasi dengan pihak lain,” terang Hj. Masnan. (wr-dy)

News Feed