oleh

Bencana Kekeringan Terulang, DPRD Lotim Tuding Pemda Tidak Punya Planning

LOMBOK TIMUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur menyayangkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak memiliki planning jangka panjang mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan.

Diketahui, Lombok Timur bagian selatan dan utara daerah langganan kekurangan air.

Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, SPd menegaskan, seharusnya pemerintah daerah, stakeholder bersama lintas sektoral dapat mengantisipasi bencana kekeringan yang saat ini melanda sebagian wilayah di Lombok Timur.
Jika sejak awal rencana program jangka panjang disertai dengan langkah-langkah konkrit oleh pemda, maka bencana kekeringan dapat diminimalisir. Seperti membangun embung berskala besar serta konservasi vegetasi yakni memelihara sumber-sumber mata air.
Yang terjadi sekarang ini justru untuk penanganan jangka pendek saja.

Baca Juga  1,3 Miliar uang Dikembalikan Kades Lekor Cs ke Investor

“Ketika masyarakat mengalami bencana kekeringan seperti saat ini, pemerintah harus sigap. Sekitar Rp. 2 miliar dana tidak terduga disiapkan yang diambil dari sisa anggaran sebelumnya,” beber Murnan.

Ketua PKS Lombok Timur itu mengakui jika selama ini OPD tidak pernah menyampaikan rencana kedepan dalam upaya menanggulangi bencana kekeringan. Padahal, program pemeliharaan sumber mata air, konservasi vegetasi, menanam pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) sepadan sungai, membangun embung besar salah satu solusi menghindari bencana kekeringan. Terutama didaerah-daerah yang berpotensi terjadi kekeringan.
Sebisanya menanam pohon yang bisa menyerap air agar sumber air tidak habis.

Baca Juga  Adanya Isu Miring Terhadap Pengalokasian Dana Desa, Ini Penjelasan PJS Kades Sikur Barat

Konservasi buatan fisik, tidak kalah penting. Tetapi, sistem ini hanya bersifat jangka pendek. Memang keberadaannya untuk menjaga debit air yang berkurang dititik-titik tertentu sehingga harus diinjeksi ditempat tertentu pula. Seperti pembangunan Sumur bor.

Demikian pula pembangunan embung lebih besar yang dapat menampung air hujan yang lebih banyak agar tidak mudah terjadi penguapan. Termasuk menambah debit air di Bendungan Pandan Dure.

Selama ini tumpahan air ke bendungan Pandan Dure hanya bersumber dari satu sungai dengan daya tampung sebanyak 20 juta kubik liter air.

Baca Juga  Dua Hari Jalan Diblokir, Kantor Resort Riwo Diobrak-abrik

“Jangan sampai air dari bendungan Pandan Dure terbuang percuma ke laut. Semustinya terjadi sirkulasi air yang terus berputar dan tidak terbuang percuma. Agar tidak terjadi bencana seperti ini lagi,” pinta Murnan.

Ia juga menudung aktivitas penambangan galian C diduga sebagai salah satu penyebab hilangnya sumber mata air.

“Kalau sudah begini satu-satunya cara cuma pendistribusian air ke masyarakat yang membutuhkan air bersih. Pos anggaran untuk saat ini sudah tidak ada lagi. Apabila APBD Perubahan ini sudah ada alokasi baru ya, disegerakan untuk dieksekusi,” jelasnya. (wr-dy)

Komentar

News Feed