MATARAM – Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nol persen sudah diberlakukan secara nasional sejak 1 Maret lalu. Untuk merek Toyota, ada lima mobil yang mengalami penurunan harga. Yakni Yaris, Vios, Sienta, Avanza, dan Rush. Kepala Cabang KridaToyota Lombok Samsuri mengatakan, kebijakan ini telah membuahkan peningkatan pesanan konsumen. Meski tak secara signifikan, namun diperkirakan penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM berpotensi meningkat sekitar 30-35 persen.
”Jumlah ini lumayan. Kita sebenarnya berharap penjualalan bisa lebih besar lagi,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (17/3).
Dijelaskan, pihaknya menerapkan potongan harga berbeda-beda bergantung tipe. Untuk kategori non sedan, (Yaris, Sienta, Avanza dan Rush) potongan harga sekitar Rp 13-20 juta. Sedangkan sedan seperti Vios, justru lebih besar, mencapai Rp 60 juta lebih. ”Karena memang pajak mobil sedan yang tertinggi,” ujarnya.
Secara rinci, harga Avanza sebelum relaksasi kisaran Rp 227,1 juta hingga Rp 279,9 juta. Insentif PPNBM mengurangi harganya Rp 13,2 juta sampai Rp 16 juta. Kini, harga mobil sejuta umat tersebut hanya Rp 213,9 juta hingga Rp 263,9 juta. Selanjutnya Rush yang memiliki empat tipe harganya berkisar Rp 289,4 juta hingga Rp 318,7 juta. Kini menjadi Rp 271,4 juta hingga termahal Rp 299,5 juta. Jumlah tersebut setelah mengalami pengurangan pajak Rp 18 juta sampai Rp 19,2 juta.
Untuk model Yaris, harga lama Rp 298,3 juta hingga Rp 335,6 juta. Setelah mendapat insentif Rp 18,9 juta sampai Rp 21,2 juta, harganya berkisar Rp 279,4 juta hingga Rp 314,4 juta. Sedangkan Sienta dari harga normal kisaran Rp 300,1 juta sampai termahal Rp 338,4 juta. Kini menjadi Rp 280,6 juta hingga Rpp 316,4 juta. Jumlah tersebut berkat penerimaan insentif untuk model ini Rp 19,5 juta sampai Rp 22 juta. Terakhir adalah Vios, yang mendapat insentif terbesar Rp 60,1 juta hingga Rp 65,8 juta. Kini harga mobil yang yang semula Rp 326,4 juta sampai Rp 367,2 juta tersebut menjadi Rp 266,2 juta sampai Rp 301,4 juta.
Dari sisi permintaan, Samsuri menuturkan Avanza dan Rush menjadi model yang paling banyak diminati. ”Karena memang sebelum ada insentif pun, market kedua mobil ini yang terlaris,” imbuhnya.
Meningkatnya permintaan juga berimbas pada semakin minimnya stok mobil di diler. Sehingga pilihan konsumen menjadi terbatas, bergantung stok yang tersedia. Produksi yang dilakukan setahun sekali untuk mengakomodir kebutuhan seluruh Indonesia, menjadikan pabrikan otomotif ini geger. Terlebih, tren kenaikan permintaan ini pun tak hanya terjadi di NTB. Melainkan seluruh Indonesia secara nasional.
”Karena keterbatasan produksi namun permintaan market secara nasional pasti meningkat,” katanya.
Menurutnya, ini menjadi waktu yang tepat bagi konsumen untuk membeli kendaraan baru. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, momen Idul Fitri menjadi kesempatan meningkatkan penjualan mobil. Karena konsumen banyak membutuhkan kendaraan roda empat sesuai kebutuhannya mudik ke kampung halaman.
”Apalagi insentif terbesar berlangsung selama tiga bulan. Sehingga ini menjadi momen terbaik membeli mobil,” katanya.
Terkait kebijakan terbaru pemberian insentif PPNBM bagi mobil 2.500 cc, pihaknya tak bisa berkomentar banyak. Lantaran masih menunggu keputusan pusat untuk mempelajari skema kelanjutan penerapan nantinya. (*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com










