oleh

Subsidi Kuota Internet Hadir Lagi

MATARAM – Menyikapi pandemi yang belum usai, Kemendikbud kembali menyalurkan bantuan subsidi kuota mulai bulan depan. ”Alhamdulillah, ini kebijakan yang sangat bagus,” sambut Kepala SMPN 9 Mataram Imam Purwanto, pada Lombok Post, (18/2).

Namun, sebelum kebijakan ini benar-benar diterapkan, sarannya Kemendikbud berkaca dari kendala penyaluran periode sebelumnya. ”Utamanya terkait kuota ya, mohon maaf hampir mubazir ya,” ujarnya.

Tahun lalu, Kemendikbud membagi dua jenis kuota internet gratis. Ada kuota yang dapat digunakan untuk mengakses semua laman dan aplikasi. Sedangkan kuota belajar, digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang sudah ditentukan.

Pembagiannya beragam. Bagi peserta didik PAUD mendapat 20 GB perbulan. Rinciannya, 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah, mendapatkan 35 GB perbulan. Rinciannya, 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Baca Juga  Bertemu Ojol, Gubernur Minta Bantu Sukseskan MotoGP Mandalika

Lalu, paket kuota internet untuk guru PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB perbulan. Rinciannya, 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

Sedangkan paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen 50 GB perbulan. Rinciannya, 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

”Dari semua pembagian itu, hanya yang 5 GB saja yang bisa dipakai oleh semua guru dan anak-anak kami, nah sisanya ini ndak kepakai, mubazir jadinya,” jelas dia.

Baca Juga  Uang Masjid yang Dipinjam Pemdes Dorokobo telah Dikembalikan

Karena tak mencukupi, sekolah bahkan harus membeli lagi. ”Bahkan wali siswa, tetap mengisi pulsa lagi,” terangnya.

Aplikasi pembelajaran yang dimanfaatkan, umumnya yang populer seperti Whatsapp. ”Kalau mau pakai zoom meeting, rumah belajar atau aplikasi lain yang bilang Kemendikbud, mereka nggak punya,” jelas dia.

”Belum tentu juga tahu bagaimana cara memakainya, ini kita masih di kota loh, belum yang ada di wilayah pedesaan apalagi yang susah sinyal,” imbuhnya.

Sarannya, Kemendikbud harus memperbanyak atau setidaknya membagi sama rata kuota umum dengan kuota belajar. ”Mendingan kuotanya ditambah, bahkan kalau bisa riil dibantu pulsa, bisa lebih bermakna bantuan itu,” tegas Imam.

Terpisah, Kepala SMPN 16 Mataram Suraji menyambut baik program subsidi kuota yang kembali digulirkan. ”Tentu informasi ini menggemberikan kita semua di dunia pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  2024 Bedait Malik HM. Syamsul Luthfi, ini Alasannya.!!

Yang disoroti, dalam penyaluran sebelumnya banyak guru dan siswa tidak mendapatkan kuota yang menjadi haknya. ”Tentu kita mengisi data di Dapodik, tetapi tidak semua ada yang terisi,” jelasnya.

Siswa SMPN 16 Mataram 472 dan guru 35. Total yang seharusnya menerima ada 507 orang. Namun realitanya, yang mendapat bantuan hanya 273 orang. ”Di lapangan banyak sekali kendala yang ada, sehingga mudah-mudahan periode ini, pendataan lebih baik,” ucapnya.

”Dan kuotanya harus benar-benar sesuai kebutuhan guru dan siswa,” harapnya. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

News Feed